Total Statistik Pengunjung

27.1.21

MA'RIFATULLAH

Ma’rifatullah adalah Mengenal Allah atau Mengetahui Allah dengan sebenar-benarnya.

Mengenal Allah ini bukan Mengenal melalui panca indera, karena Dia tidak dapat dicapai oleh Panca indera, sebagaimana firman-Nya: Dia tidak dapat dicapai oleh Mata.(Qs. Al An`am 6:103). Mengenal Allah juga bukan dengan Akal fikiran, karena Dia pun tidak tercapai dengan akal fikiran. sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW; Tafakkaru fi alaillah wa la tafakkaru fi Dzatillah azza wa jalla / Berfikir-fikirlah perihal tanda-tanda kebesaran Allah (ciptaan Allah), dan jangan berfikir-fikir terhadap Dzat Allah.(HR. Thabrani, Baihaqi, Bukhari, Nasai, Hakim, Abu Nuaim). Dan Firman Allah; Dan Allah memperingatkan kamu dari (memikirkan) Diri-Nya.

Jadi Ma’rifatullah disini adalah dengan Hati, karena Hanya Dengan Hati yang Selamat lah yang bisa Menghadap Allah, dan Hanya Hatilah yang mampu menerima Pandangan Allah, sehingga Hati Mendapatkan Cahaya Allah, dan Hati tidak dapat mendustakan apa telah dilihatnya.

” Pada hari di mana harta dan anak-anak tidak bermanfaat. Kecuali Manusia
yang datang kepada Allah dengan HATI yang Selamat. ” QS 26:88-89

Sabda Nabi Saw., "Aku lebih tahu di antara kamu semua tentang Allah" , dan bahwa pengetahuan (ma'rifah ) ialah perbuatan hati sebagaimana firman Allah, "Walaakin yuaakhidzukum bimaa kasabat quluubukum 'Tetapi Allah menghukum kamu disebabkan (sumpahmu) yang disengaja (untuk bersumpah) dalam hatimu'." (al-Baqarah: 225) (Bab Ke-12: Kitab iman Shahih Bukhari)

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak melihat bentuk tubuhmu dan tidak pula melihat rupamu tetapi Allah melihat hatimu.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah ‘Abdurrahman Bin Shakhr ra)

Hati yang bersih, di dalamnya ada Lampu yang ber-Cahaya, yang demikian itu adalah Hati orang mukmin.(HR. Ahmad dan Ath Thabarani dari Abu Said al-Khudri)

….orang – orang yg dibukakan Hatinya oleh Allah untuk berserah diri, maka dia mendapat Cahaya dari Tuhannya.(Qs.39:22)

Sahabat Nabi bertanya mengenai ayat ini; Apakah yg dimaksud di-buka-kan itu, wahai Rosul? Maka Rosulullah SAW, menjawab; Dibukakannya ialah dilapangkan. Pembukaan itu adalah kelapangan atau kelonggaran. Sesungguhnya Cahaya itu jika dilemparkan ke dalam Dada, maka Dada memuatnya dan menjadi lapang.(HR. Al-Hakim)

Bila Hati seseorang telah dimasuki oleh Cahaya maka Hati itu akan menjadi lapang dan terbuka.
Lalu orang banyak bertanya; apakah tandanya Hati yg lapang dan terbuka itu?
Jawab Rosulullah SAW; ada Perhatian terhadap kehidupan yg kekal di akhirat dan timbulnya pengertian tentang tipu daya kehidupan dunia ini dan Orang Bersedia menghadapi MATI SEBELUM DATANGNYA MATI.(HR. Ibnu Jurair)

Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.(Qs.53:11)

Rasulullah Saw ditanya:
“Dimana Allah?dilangit ataukah dibumi?
Beliau Menjawab:”Didalam hati hamba-hamba-Nya yang beriman”
(Hadis yg diriwayatkan oleh ibnu Umar)

Nabi Saw Bersabda:
“sesungguhnya Allah mempunyai tempat(wadah) dari penduduk bumi.wadah Tuhan kamu itu adalah hati hamba-hamba-Nya yang Saleh”
(HR.Thabrani dari ibnu Umar al-Khaulani)

Allah berfirman:
“Bumi dan langit-Ku tidak cukup memuat-Ku.tetapi hati hamba-Ku yang beriman,yang lemah lembut dan tenanglah yang mampu memuat-Ku”(Hadist Qudsi).

Berkata Wahab bin Munabbih, bahwasanya Rasulullah saw bersabda, Allah Ta’ala telah berfirman:
“Sesungguhnya semua petala langit-Ku dan bumi-Ku menjadi sempit untuk merangkul-Ku, akan tetapi Aku mudah untuk dirangkul oleh qalb hamba-Ku yang mu’min”. (HR. Ahmad)

Rosulullah SAW, bersabda:
“Bahwasanya hati anak Adam seluruhnya terletak diantara dua jari Tuhan yang Rahman.”(Hadits Riwayat Muslim)

Nabi kita Muhammad SAW menyuruh umatnya agar pertama sekali kita dalam beragama Islam adalah Mengenal Allah dengan sebenar-benarnya, sehingga mempunyai iman yang teguh. Sebagaimana Rosulullah SAW bersabda: Awwaluddin Ma’rifatullah, artinya; Mula-mula beragama adalah Mengenal Allah.

Dalam hal Ma’rifatullah, Nabi Muhammad SAW pernah ditanya oleh seorang sahabat beliau; “Wahai Rosulullah, apakah amalan yang paling utama? Rosulullah SAW menjawab; Ilmu Mengetahui tentang Allah. Sahabat itu bertanya pula; Ilmu apa yang Nabi maksudkan? jawab Nabi SAW; Ilmu Mengetahui Allah dengan sebenar-benarnya. Sahabat itu rupanya menyangka Rosulullah SAW salah tanggap, lalu sahabat itu menegaskan; Wahai Rosullah kami bertanya tentang Amalan sedang anda menjawab tentang ilmu! jawab Nabi SAW pula; Sesungguhnya sedikit amalan akan berfaedah bila disertai dengan Ilmu mengetahui Allah dan banyak amalan tidaklah bermanfaat bila disertai dengan kejahilan tentang Allah SWT.

Dan di lain riwayat, ada seorang Arab badui datang kepada Nabi SAW lalu berkata; Wahai Rosulullah, ajarkanlah kepadaku ilmu yang aneh? Rosulullah SAW pun balik bertanya: apa yang kamu perbuat tentang induk ilmu sehingga kamu bertanya tentang keanehan-keanehannya? orang itupun bertanya; apakah induk ilmu itu, wahai Rosulullah? Nabi pun menjawab; Mengenal kepada Allah dengan sebenar-benarnya.

Rosulullah Saw pernah ditanya; Mengapa kami telah banyak berdoa, tetapi doa kami tidak dikabulkan? Beliaupun menjawab; Karena kalian berdoa kepada Tuhan yang tidak kalian Kenal.

Ma’rifatullah adalah ilmu yang sampai ketingkat keyakinan yang mutlak dalam mengenal ke-Esa-an Allah, baik itu Af’al, Asma, Sifat, dan Dzat-Nya. Dan Arifbillah (orang yang mengenal Allah) itu selalu merasa dan yakin bahwa dia bersama dengan Allah SWT dimana saja berada. Hal seperti inilah semulia-mulianya iman, sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW;

Dari Abbadah bin Samat r.a, berkata bahwa Rosulullah SAW bersabda;
“Semulia-mulianya iman seseorang yaitu ia Mengetahui bahwa Allah bersama dia dimana saja berada.” (HR. At Thabrani).

Allah SWT menciptakan makhluk adalah dengan tujuan yang paling utama, yaitu untuk Mengenal-Nya. sebagaimana Firman Allah di dalam Hadits Qudsi;

“Aku adalah Perbendaharaan yang tersembunyi, Aku ingin dikenal, maka kujadikan Makhluk supaya dengan Aku mereka kenal.”(HR. Bukhori)

Setelah kita mengenal Allah SWT, maka kita diwajibkan untuk mengabdi kepada-Nya. seperti Firman Allah di dalam Alquran;

Dan Aku tidak menjadikan Jin dan Manusia melainkan untuk mengabdi kepada-Ku. (Azzariyaat 51:56)

Dari Ali ibn Abi Thalib kwh, Rasulullah saw bersabda, Berfirman Allah Ta’ala:
“Barangsiapa berharap kepada selain Aku, tidak mengenal-Ku (ya’arifniy). Barangsiapa tidak mengenal-Ku, tidak mengabdi-kepada-Ku (ya’abudniy). Barangsiapa tidak mengabdi-kepada-Ku, maka berarti menjadi wajiblah (‘istawjaba) kemurkaan-Ku. Barangsiapa takut kepada selain Aku, halal baginya pembalasan-Ku”.

Manusia itu juga adalah Kholifah Allah yang diberi Amanat untuk Mengenal-Nya. Hal ini di isyaratkan di dalam Alquran;

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan Amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikulAmanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya. dan dipikullah Amanat itu oleh manusia, sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.(Al Ahzab;76)

Zalim dan bodoh karena lupa terhadap dirinya sendiri dan jatuh dari derajat yang tinggi, tidak menyadari akan fitrahnya sendiri sebagai makhluk yang dinilai mampu menyandang amanat Ilahi yaitu Mengenal Allah dan Meng-Esa-kan-Nya.

Amanat terbesar adalah Mengenal Allah dan Meng-Esa-kan-Nya, hal ini karena apabila Meng-Esa-kan Allah bukanlah Amanat yang tertinggi, maka Mengapa Allah berfirman di Alquran; Bahwa Dosa yang paling besar adalah Syirik.(QS. Al Luqman:13)

Jadi dari penjelasan ini marilah kita kembali kepada Fitrah yaitu Mengenal Allah.

Jalan untuk Mengenal Allah SWT adalah melalui Kepunyaan-Nya, yaitu Segala yang ada di langit dan di bumi, seperti yang difirmankan Allah SWT;

Qs.42:53;Jalan Allah (Ma’rifatullah) yaitu kepunyaan-Nya segala apa yang ada dilangit dan apa yang ada dibumi.

Dari seluruh kepunyaan-Nya apa yg ada dilangit dan apa yg ada dibumi,manusialah yg paling mulia dan paling sempurna.

Sesungguhnya telah Kami muliakan anak – anak Adam………(Al Isra 17 ; 70)

Aku ciptakan manusia dengan sempurna (ATIN 95 : 4).

Setelah sempurna kejadiannya Aku hembuskan Ruh-Ku ke dalamnya.( AL HIJR 15 : 29 ).

Maka dari itu,untuk mengenal Allah dengan sempurna haruslah melalui manusia itu sendiri.

Qs.41:53;Kami akan memperlihatkan kepada mereka ayat-ayat kami disegenap alam dan pada diri mereka sendiri,sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Dia itu Haq (benar adanya).

Dan sabda Nabi Muhammad saw; Orang yg benar-benar ma’rifat kepada Allah adalah yg lebih mengenal terhadap dirinya sendiri.

Qs.51:21;Dan di dalam dirimu sendiri, maka apakah kamu tidak melihat?

Qs.50:16;Kami lebih dekat daripada urat lehermu.

Qs.2:186;Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya tentang Aku, maka katakanlah bahwa Aku Dekat.

Nabi bersabda;Barangsiapa mengenal dirinya maka mengenal Tuhannya.

Dari penjelasan-penjelasan ini sudah dapat memberi kita bahan untuk ber-Tafakkur tentang diri kita sendiri, sebagaimana Perintah Allah: Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang diri mereka sendiri? (Qs.30:8).

Maka Marilah kita ber-Tafakkur, Masuk Ke Dalam diri kita masing-masing!

Untuk Mengenal diri, Apakah kita harus Masuk ke dalam diri?

Iya, karena bila kita mau Mengenal diri tapi kita tidak Masuk ke dalam diri, maka Perkenalan terhadap diri kita hanya sebatas Prasangka-Prasangka saja, hanya sebatas rasa-rasanya, atau katanya-katanya. Maka untuk mengenal diri sebenar-benar diri kita harus Masuk ke dalam diri dan Melihatnya sendiri.

seperti Firman Allah; Dan di dalam dirimu sendiri, maka apakah kamu tidak melihat? (Qs.51:21).

Lalu Bagaimana kita Masuk ke dalam diri kita?

Kita KELUAR dari Dalam diri kita Melalui indrawi-indrawi kita, dengan cara Membuka. Maka begitulah Cara kita MASUK ke Dalam diri kita Melalui indrawi-indrawi kita, dengan Cara Menutupnya!

Bagaimana Cara Menutupnya?

Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahuinya.(An Nahl 16 : 43).

Berikut ini adalah sedikit bahan Renungan untuk Mengenal diri kita, maka Renungkanlah, Dialog ini;

Tuhan bertanya: Siapa kamu?
Aku menjawab : aku si fulan.

Tuhan berkata: Aku tidak bertanya namamu,siapa kamu?
Aku menjawab: aku anaknya si fulan tinggal di A kerja di B.

Tuhan berkata; Aku tidak bertanya orang tuamu,tempat tinggal dan kerjaan mu,jadi siapa kamu?
Aku menjawab; aku adalah badan ini.

Tuhan berkata; bukan, Aku tidak bertanya badan yg ada padamu,siapa kamu? Jawab ku; aku adalah rasa.

Tuhan berkata; bukan,Aku tidak bertanya rasa yg ada padamu,siapa kamu?
Aku berkata;aku adalah akal fikiran.

Tuhan berkata;Aku tidak bertanya akal fikiran yg ada padamu,siapa kamu?
Aku menjawab;aku adalah hati.

Tuhan berkata;Aku tidak bertanya hati yg ada padamu,siapa kamu?
Jawabku;aku adalah ruh.

Tuhan berkata;bukan,Aku tidak bertanya ruh yg ada padamu,siapa kamu?
Aku menjawab;aku adalah hamba-Mu.

Tuhan berkata;Bukan,Aku tidak bertanya kedudukanmu,siapa kamu?
Lalu jawab ku;aku adalah Diri-Mu.

Tuhan berkata;bukan,Aku tidak bertanya Diri-Ku yg ada dalam dirimu,siapa kamu?

Dalam keadaan bingung,nanar dan sasar,Aku menjawab;Tuhan,aku telah menjawab ini,itu tapi Engkau selalu berkata bukan,lalu siapa aku,Tuhan?

Tuhan berkata:renungkanlah itu,Masuklah kedalam dirimu lalu keluarkan dan kosongkan semua yg ada padamu!lepaskan semua atribut yg ada padamu, namamu, badanmu, rasamu, akal fikiranmu, hatimu, ruhmu, dan Diri-Ku yg ada didalam dirimu.lepaskan semua!maka engkau akan tahu siapa kamu!

Setelah itu lalu aku Masuk ke Dalam diriku, Menutup semua indrawiku, menutup semua ilmu pengetahuanku, kemudian aku Melihat Cahaya-Nya, sehingga aku seakan-akan sirna di dalam Cahaya-Nya, lepas dari semua; nama, badan, rasa, akal fikiran, hati dan ruh.

Kemudian aku berkata: Tuhan,setelah aku bisa lepaskan semua atribut ku yaitu namaku, badanku, rasaku, akal fikiranku, hatiku,dan ruhku.Tapi satu yang tidak bisa aku lepaskan yaitu Diri-Mu,karena bila aku lepas dari-Mu maka aku akan Hancur, Musnah, Lenyap, Tiada.

Dan Tuhan pun berkata;itulah dirimu!

Maka aku berkata;Maha Suci Engkau,hanya Engkaulah yang ada,Engkaulah yang kekal.

Qs.28:88;segala sesuatu musnah (tiada) kecuali Wajah-Nya yg kekal.

Di dalam Mengenal Allah SWT itu ada tingkatannya, tingkat yang paling rendah adalah Mengenal Allah hanya sebatas Huruf dan nama Allah, hal ini ditunjukkan oleh Allah sendiri melalui Firman-Nya;

Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka; Siapakah yang menurunkan air dari langit, lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya? tentu mereka akan menjawab; Allah. Maka katakanlah; Segala puji bagi Allah! Tetapi kebanyakan mereka tidak Memahami (Allah).(Qs.29:63)

Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka; Siapakah yang menjadikan langit dan bumi? Tentu mereka menjawab; Allah. katakanlah; Segala puji bagi allah. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (Allah).(Qs.31:25)

Dari ayat-ayat ini kita mengetahui bahwa mereka Mengenal Nama Allah SWT, tetapi mereka belum memahami dan Mengetahui dengan sebenar-benarnya tentang Allah SWT, sebagaimana Firman Allah:

Mereka Tidak Mengenal Allah dengan sebenar-benarnya.(Qs.22:74)

Dan tingkat yang paling Tinggi dalam Mengenal Allah itu adalah Nabi kita Muhammad SAW, para nabi, dan Para Wali Allah. Hal ini ditunjukkan di dalam sabda Nabi SAW;

Demi Allah, sesungguhnya aku yang lebih Mengetahui tentang Allah dan akulah yang sangat Takut kepada-Nya.(HR. Bukhori)

dan Firman Allah;
Sesungguhnya yang paling takut kepada Allah diantara hamba-hamba-Nya hanyalah Ulama (Orang yang Mengetahui).(Qs.35:28)

Apabila kita hubungkan antara ayat ini dengan hadis Nabi SAW, maka jelas bahwa yang dimaksud Ulama dalam ayat tersebut adalah Orang yang Mengetahui Allah Robbul Alamin.

Jadi, dalam hal Mengenal Allah SWT diperlukan Hati yang telah Mendapatkan Cahaya-Nya, karena hanya dengan Cahaya-Nya lah Hati akan Mengenal Allah.

Marilah kita Memohon kepada Allah untuk ma’rifat-Nya, seperti yang diberikan kepada Kekasih-Kekasih-Nya yaitu Nabi kita Muhammad SAW, Para Nabi, Para Wali. Dan semoga kita tidak seperti apa yang di=Firmankan Allah dalam Alquran;

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk Neraka kebanyakan dari Jin dan Manusia, mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakan untuk Memahami (Allah), dan mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakan untuk melihat, dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakan untuk mendengar.(Qs.7:179)

DZIKIR

Dzikir Syariat-Tarekat-Hakikat-Ma’rifat

Tema pada saat ini yg saya mau uraikan adalah SANGAT2 RAHASIA, Beruntunglah, Berbahagialah & Bersyukurlah kpd ALLAH SWT, Karena penjelasannya TIDAK ADA DI BUKU2 LAINNYA, Dan ilmu2 AgamaNYA ALLAH SWT  tidak gampang ditemukan & tidak sebanding dengan harta & Material yang ada di muka bumi ini, maka tunduk sujud syukurlah KepadaNYA semoga penjelasan ini menjadi HIDAYAH bagi anda,……..AMIN

ini adalah kekuatan cahaya Dzikir yg ada pada diri manusia dgn 4 tingkatan ingatan fokus pada ALLAH SWT Sang Maha Bercahaya.

Makin dalam & fana (hampa) suatu fokus dzikir maka makin terlenalah Sang Hamba oleh fenomena kegaiban alam Nur Ilahiah. karena jika ingin mengenali ALLAH pahamilah tentang Gaib sesungguhnya ALLAH pun sifatNYA GAIB & Perkenalanmu KepadaNYA Takkkan habis sampai seumur hidupmu di dunia ini.

Seorang Hamba terkadang tidak menyadari bahwa ia sebenarnya masih di dunia sehingga menerawang melintasi alam kegaiban nur Ilahiah yang tak ada batas akhirnya membutuhkan power energi cahaya dzikir yg kuat.

Jika sang Hamba berpikir bijak ia pasti kembali ke dunia ibarat orang yang lagi menyelam melihat cakrawala keindahan bawah laut tidak terlalu lama lalu ia kembali ke permukaaan dasar laut untuk persiapan oksigennya kembali.

Begitulah tehnik berzikir yang bijaksana saudara……………………………

Ketahuilah Brothers  secara realita banyak saudara2 kita yang ERROR oleh fenomena alam kegaiban ALLAH SWT ketika mengosongkan pikiran &  masuk dalam alam kefanaan (hampa) melalui dzikir 4 tingkatan Syariat-Tarekat-Hakikat-Ma’rifat.

Padahal kalau ditelaah secara hakikat Alam fenomena visual kegaiban ALLAH SWT Takkan Habis oleh masa, batas, ruang & waktu ibaratnya klo menghitung ilmu2NYA ALLAH SWT takkan habis biarpun laut dijadikan tinta untuk menulis ayat2 ilmu ALLAH SWT Yang Maha Luas PengetahuanNYA Di Alam Jagat Raya (Q.s Al Kahfi : 109).

Berikut ini adalah tuntunan2 dzikir:

  • Dzikir Syariat : “La Ilaha Illallah” diucapkan berulang2 dgn lisan sampai masuk kedalam hati sehingga lisan/mulut tak berucap lagi, rahasia dzikir ini terdiri dari 12 huruf yg sama maknanya dengan Waktu 12 jam, dzikir ini selalu dikumandangkan oleh para malaikat bumi (Malaikatul Ahyar) ketika ALLAH SWT menciptakan setiap makhlukNYA di muka bumi.
  • Dzikir Tarekat : “ALLAH”ALLAH”ALLAH” diucapkan berulang2 di dalam hati saja dengan pengosongan pikiran fana (hampa) lalu fokus pada nama tadi sehingga nama ALLAH tadi membuat & menciptakan alam bayangan hidup  didepan mata anda sendiri, jangan kaget & takut oleh fenomena tersebut karena para jin syetan selalu mengintai anda tetapi berlindunglah Kepada ALLAH SWT yang Maha Menjaga Orang Beriman dgn ayat & doa : audzu billahi minas syathanir rajim…………… La ilaha illallah anta subhanaka inni kuntu minaz zhalimin……….lalu lafazkan… ALLAHU SALAMUN HAFIZHUN WALIYYUN WA MUHAIMIN ( Allah Yang Maha sejahtera, Maha Memelihara, Maha Melindungi lagi Maha Menjaga Hambanya yg beriman).
  • Dzikir Hakikat : “HU”HU”HU (DIA ALLAH) diucapkan dalam hati saja dengan keadaan fana (hampa) melalui perantaraan tarikan Nafas ke dalam sampai ke perut, usahakan perut tetap keras biarpun nafas telah keluar, dalam bahasa ilmu tenaga dalam ini adalah metode pemusatan power lahiriah dari perut, dalam istilah cina yin & yang ini adalah penyembuhan/pengobatan pada diri secara bathiniah dan kesemuanya itu benar adanya karena pusat perut adalah sumber daya energi kekuatan manusia secara lahiriah & bathiniah serta secara hakikat dzikir”HU” sebenarnaya tempatnya pada pusat perut dengan perantaraan cahaya nafas yg sangat berharga pada manusia.
  • Dzikir Ma’rifat : ” HU”AH”-”HU”AH”-HU”AH” atau HU-WAH” (Dia ALLAH Bersamaku”) sebenarnya bunyi dzikir ini sudah perpaduan antara hakikat & ma’rifat, dzikir tersebut dilantunkan dalam hati saja dengan gerakan nafas “HU” masuk kedalam “AH” keluar nafas, pada para sufi (wali Allah) ini adalah dzikir kenikmatan, kecintaan ( Mahabbatullah) yang sangat luas faedah hidayahnya & karomahnya sehinngga dapat menyingkap tabir rahasia2 Allah Swt pada gerakan kehidupan ini.
  • Dzikir rahasia  ma’rifat : ” Hu”wallahu Ahad (Allah Maha Tunggal)

Pada penjelasan diatas tentang dzikir sebenarnya kalau bicara tentang tingkatan pemahaman Agama dengan ilmun2NYA ALLAH SWT terdiri 7 fase tingkatan  :

  1. Syariat : mentaati segala perintahnya dan menjauhi segala laranganNYA
  2. Tarekat : Jalan spritual menuju kepadaNYA
  3. Hakikat : Mengetahui arti makna sesuatu pada kehidupan TAPI hamba itu diam pada orang awam KARENA itulah ikatan janjinya kepada ALLAH SWT.
  4. Ma’rifat : Mengetahui pengenalan dirinya kepada ALLAH SWT.   seperti yang  hadist katakan ” kenalilah dirimu sendiri sebelum mengenali ALLAH setelah engkau MengenaliNYA maka bersatulah  wujudmu BERSAMANYA.
  5. Musyahadah : Penyaksian fenomena kegaiban NUR ALLAH SWT Di langit & di bumi, ia menyaksikanNYA bersama para wali ALLAH & nabi2 ALLAH & Khususnya Baginda Rasulullah Nabi Muhammad SAW
  6. Mukasyaf : Terbukanya Tabir rahasia seluruhnya di langit & di bumi, para mukasyaf saat ini hanya terdiri dari 111 orang saja di  seluruh  dunia & setiap ada wafat ada yang menggantikan Wali tersebut, jadi  berbahagialah hamba yang telah menemukannya.
  7. Mahabbah : Kecintaan kepada ALLAH SWT dengan penglihatan pada setiap gerakan nafas & hidupnya ada  kasih sayang TuhanNYA Yang Maha Pemberi Nan Maha pemurah, tingkatan ini hanya ALLAH SWT saja yang tahu tentang kedudukan hambanya, tapi ketahuilah saudara Wali-NYA saat ini yang mencapai tingkatan MAHABBAH cuma berjumlah 11(sebelas) orang saja Di dunia ini & setiap ada yg kembali kehadiratNYA akan ada yg menggantikannya (sama para Mukasyaf), maka sangat Berbahagialah di dunia & Akherat orang2 yang telah menjumpainya.

BAB II.

Ini adalah sambungan dari BAB I. yg baru saya jelaskan lagi tentang arti makna Dzikir Syariat-Tarekat-Hakikat-Makrifat.

ALHAMDULILLAH dengan adanya tulisan2 saya ini sangat banyak sekali peminatx yg mau berkunjung & berkomentar di dalam blog ini. Itu TANDA bahwa masih banyak dr saudara2ku yg MENCINTAI tentang hakikat pemahaman ISLAM.

Dalam Uraian Pemahaman dzikir diatas saya telah bercerita panjangggg.. tentang Rahasia2 sesuatu, tapi YAKINLAH itu semua KHUSUS bagi saudara2ku yg berbudi baik nan pekerti luhur  & beriman, bertaqwa yg mau memegang TEGUH SYAHADAT & ISLAM (Ingin Selamat Lakukan Ajaran Muhammad)

Memang Pemahaman2 Dzikir diatas KHUSUS bagi org2 BENAR2 YAKIN & SUNGGUH2 ingin “MENGENAL DIRINYA” & “MENGENAL ALLAH SWT” Al Khaliq- Pencipta Alam semesta jagad raya. & pencipta lahir dan batin kita, jasmani-ruhani kita, Nampak dan Tiada Nampak, NYATA & GAIB, Logika dan Non Logika.

Karena org beriman slalu memandang TAJALLI kekuasaan Allah Swt secara NYATA pada AINUL YAKIN (Pandangan keyakinan) yg bergerak pd alam semesta & kekuasaan HAQQUL YAKIN (Pandangan mata hati) yg bernuansa secara GAIB yg bergerak dlm batin dan pd unsur Bayang2 kekuasaan ALLAH.

Diatasnya HAQQUL YAKIN  masih ada lagi KAMALUL YAKIN (kesempurnaan keyakinan) dan keyakinan ini bisa dirasakan setelah kita telah BERJUMPA dgn ALLAH di akherat nanti, Namun ada juga bagi org2 khusus Dicintai-NYA yg telah diberi hidayah KAROMAH-NYA  & yg telah dibukakan hijab-NYA pada “KAMALUL YAKIN” di dlm dunia.

Dan Dialah orang2 yg mau ber-makrifat kepada ALLAH SWT  & Orang2 tersebut selalu memandang pada kefanaan (hampa) bahwa dimuka bumi ini semua Fana “tidak ada” yg ADA cuma “WAJAH ALLAH & GERAK ALLAH SEMATA (LAA ILAHA ILLALLAH) & ini di abadikan dlm surah Ar-Rahman:26-27.

“Kullu Man Alaiha Fanin, Wa Yabqa Wajhu Rabbika Dzal Jalali Wal Ikram”.

Semua pasti binasa (TIADA), yg kekal hanya WAJAH TUHANMU yg Maha memiliki keagungan & kemuliaan.

Karena Semua punya akhir & Masanya Masing-masing……………………..

Adapun Tentang Makrifat:

1. AWALUDIN MA’RIFATULLAH Artinya :Awal agama adalah mengenal Allah.

2. LAYASUL SHALAT ILLA BIN MA’RIFAT Artinya :Tidak syah shalat tanpa mengenal Allah.

3. MAN ARAFA NAFSAHU FAKADE ARAFA RABBAHU Artinya :Barang siapa mengenal dirinya niscaya dia pasti akan mengenal Tuhannya.

4. ALASTUBIRABBIKUM QOLU BALA SYAHIDNA Artinya :Bukankah aku ini Tuhanmu ? Betul engkau Tuhan kami,kami menjadi saksi.(QS.AL-ARAF 172)

5. AL INSANNU SIRRI WA ANNALLAHU SIRRUHU Artinya :Manusia itu rahasiaKU dan akupun ALLAH rahasia baginya.

6. WAFI AMFUSIKUM AFALA TUBSIRUUN Artinya :Aku ALLAH ada didalam Jiwamu mengapa kamu sendiri tidak dpt melihat (Q.s. Adz-Dzariyat:21)

7. WANAHNU AKRABI MIN HABIL WARIZ Artinya :Aku ALLAH lebih dekat dari urat nadi lehermu.

8. LAA TAK BUDU RABBANA LAM YARAH Artinya :Aku tidak akan menyembah Allah bila aku tidak melihatnya lebih dahulu.

9. INNAHU ALIMUN BIZATISH SHUDUR Artinya: Sesungguhnya AKU ALLAH maha mengetahui segala isi hati (Q.s AL MULK:13).

10. WA HUWA MA AKUM AINAMA KUNTUM Artinya: AKU ALLAH berada dimana saja kamu berada. (Q.s AL HADID:4)

6.12.20

Sirr Sholawat AL FATIH

MEMBEDAH SIRR SHOLAWAT AL-FATIH

KEUTAMAAN SHOLAWAT AL – FATIH
Penulis : Siti Nur Asiyah
(Mutiara Yang Tak Ada Tandingannya)

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠﻰَ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ، ﺍﻟْﻔَﺎﺗِﺢِ ﻟِﻤَﺎ ﺃُﻏْﻠِﻖَ ﻭَﺍﻟْﺨَﺎﺗِﻢِ ﻟِﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ، ﻧَﺎﺻِﺮِ ﺍﻟْﺤَﻖِّ ﺑِﺎﻟْﺤَﻖِّ، ﻭَﺍﻟْﻬَﺎﺩِﻱ ﺇِﻟَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ ﺍﻟْﻤُﺴْﺘَﻘِﻴْﻢِ ﻭَﻋَﻠﻰَ ﺁﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴْﻢِ .

Artinya: “Ya Allah berikanlah shalawat kepada penghulu kami Nabi Muhammad yang membuka apa yang tertutup dan yang menutupi apa-apa yang terdahulu, penolong kebenaran dengan kebenaran yang memberi petunjuk ke arah jalan yang lurus. Dan kepada keluarganya, sebenar-benar pengagungan padanya dan kedudukan yang agung.”
atau

Artinya: … “Yaa Allah limpahkanlah rahmat-Mu kepada Nabi Muhammad saw, dia yang telah membukakan sesuatu yang terkunci (tertutup), dia yang menjadi penutup para Nabi dan Rasul yang terdahulu, dia yang membela agama Allah sesuai dengan petunjuk-Nya dan dia yang memberi petunjuk kepada jalan agama-Mu. Semoga Rahmat-Mu dilimpahkan kepada keluarganya yaitu Rahmat yang sesuai dengan kepangkatan Nabi Muhammad saw”
Keutamaan shalawat al-Fatih disebutkan dalam nazham al-Yaqutah al-Faridah:

ﻭﻓﻀﻞ ﻓﺮﻳﺪﺓ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﺻﻴﻐﺔ
ﻛﻔﻀﻞ ﺳُﺮﻯ ﺍﻟﻘﻄﺎ ﻋﻠﻰ ﺩﺏ ﻧَﻤﻠﺔ

Keutamaan shalawat al-Fatih yang terkenal dengan sebutan al-Yaqutah al-Faridah atas redaksi shalawat lainnya seperti lebih hebatnya burung Qatha berjalan di waktu malam dibandingkan dengan rayapan semut.

ﻓﻤﺎ ﺻﻴﻐﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻨﺒﻲ
ﺗﻘﺎﺭﺑـﻬﺎ ﻓﻲ ﻭﺻﻠﺔ ﻭﻣﺜﻮﺑـﺔ

Tidak ada bentuk shalawat kepada Nabi yang membandinginya untuk seseorang bisa wushul kepada Allah dan mendapat pahala.

ﻓﻤﺎ ﺣﺪ ﻓﻀﻠﻬﺎ ﻭﻻ ﻗﻴﺲ ﻓﻲ ﺍﻟـﺤﺠﺎ
ﺍﺫ ﺍﻟﻔﻀﻞ ﻣﻦ ﻭﺭﺍ ﺍﻟﻌﻘﻮﻝ ﺍﻟﺴﻠﻴﻤﺔ

Keutamaannya tidak bisa dibatasi dan tidak bisa dianalogikan oleh akal. Karena keutamaan yang Allah berikan tidak bisa dipikirkan akal cerdas manusia.
ﻭﻛﻢ ﺻﻴﻎ ﻟـﻬﺎ ﺗﻔﻮﻕ ﺧﺮﺍﺋﺪﺍ
ﻭﺍﻥ ﺷﺌﺘﻬﺎ ﻓﺴﻞ ﺣُـﻤﺎﺓ ﺍﻟﻄﺮﻳﻘﺔ

Shalawat al-Fatih memiliki banyak bentuk redaksi yang lebih mahal dari mutiara berharga. Jika engkau menginginkannya, maka bertanyalah kepada pelindung thariqah.

ﺑﻬﺎ ﺍﻧﻄﻮﺕ ﺍﻟﻔﻼ ﺑﺄﺳﺮﻉ ﻟَﻤﺤـﺔ
ﺑِﻬﺎ ﺗﺴﺒﻖ ﺍﻟﻌﺮﺟﺎﺀ ﻛﻞ ﺻﺤﻴﺤﺔ

Keutamaannya dapat melipat tempat yang luas dengan sekejap mata. Dengan membaca shalawat al-Fatih orang yang pincang dapat mendahului berlarinya orang yang sehat.

ﻭﻛﻢ ﻣﻦ ﻏﻨﻴﻤﺔ ﺗﺤﺎﺯ ﺑﺬﻛﺮﻫﺎ
ﻭﻻ ﺳـﻴﻤﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻴﻞ ﺑﻌـﺪ ﻋﺘﻴﻤﺔ

Banyak keberuntungan yang dapat diraih dengan membaca shalawat al-Fatih. Terutama apabila dibaca pada malam hari selepas shalalat isya.
ﻓﺘﻌـﺪﻝ ﻣﻨﻬﺎ ﻣﺮﺓ ﺧَﻤﺴﻤﺎﺋﺔ
ﻧَﻬﺎﺭﻳﺔ ﻣﻨﻬﺎ ﻟﻀﻌﻒ ﺍﻟْﻤـﺜﻮﺑـﺔ

Keutamaan satu kali membacanya di waktu malam seperti 500 kali membacanya di waktu siang lantaran pahala menjadi berlipat ganda.

ﻭﻛﻢ ﻣﻦ ﻗﺼﻮﺭ ﻓﻲ ﺟـﻮﺍﺭ ﻣُﺤﻤﺪ
ﻭﺣﻮﺭ ﺣﺴﺎﻥ ﻭﺍﻟْﺠـﻮﺍﺭﻱ ﻭﻏﻠﻤﺔ

Banyaknya istana dan berdampingan dengan Nabi Muhammad serta para bidadari yang cantik dan pelayan-pelayan dari wanita dan pria.
ﻭﻛﻢ ﺣﺠﺞ ﻭﻋﻤـﺮﺓ ﻣﻊ ﻏـﺰﻭﺓ
ﻭﻛﻢ ﻣﻦ ﻣﺌﻴﻦ ﻣﻦ ﺍﻟـﻮﻑ ﻋﺪﻳﺪﺓ

Mendapat pahala haji, umrah dan berperang ratusan dan puluhan kali.
ﻭﺍﺭﺑﻌﻤﺎﺋﺔ ﺳﻨـــﻮﻥ ﺗﻜﻔــﺮ
ﺑِﻤﺎﺋﺔ ﻣــــﺮﺓ ﺑﻠﻴﻠﺔ ﺟُﻤﻌﺔ

Seandainya seseorang melakukan dosa sebanyak 400 tahun, maka dosa itu akan diampuni oleh Allah dengan sebab membaca shalawat al-Fatih sebanyak 100 kali pada malam jum’at.
ﻟَﻬﺎ ﻣﻦ ﻣــﺮﺍﺗﺐ ﺛَﻤﺎﻥ ﻓﺒﻌﻀﻬﺎ
ﺳﻠﻴﻞ ﺳـﻌﻴﺪ ﺑﺎﺡ ﻣـﻨﻬﺎ ﺑﻨﻘﻄﺔ

Keutamaannya memiliki 8 martabat sebagiannya telah diungkap oleh putra said yang bernama Syaikh Umar Ibn Said al-Futiy dengan satu titik.
ﻭﻣﻨﻬﺎ ﺑـﻜﻞ ﻣﺮﺓ ﺳـﺘﻤﺎﺋﺔ
ﻣﻦ ﺍﻟﻒ ﺻﻼﺓ ﺍﻟﻤﻸﻙ ﺍﻻﻧﺲ ﺟِﻨﺔ

Diantaranya: membaca shalawat al-Fatih satu kali sama dengan 600 kali dari ribuan shalawat para malaikat, manusia dan jin.

ﻣﻦ ﺍﻭﻝ ﺧﻠﻘﻬﻢ ﺍﻟﻰ ﻭﻗﺖ ﺫﻛﺮﻫﺎ
ﺑﺎﺫﻥ ﺗِﺠﺎﻧـﻲ ﻭﻟـﻮ ﺑﻮﺳﻴﻄﺔ

Dari awal mereka diciptakan sampai waktu shalawat al-fatih diucapkan. Dengan adanya izin dari Sayid Ahmad al-Tijaniy sekalipun dengan perantara.
ﻭﻛﻢ ﻣﻦ ﺗﻀﺎﺋﻒ ﻷﻭﻟﻰ ﻭﺛﺎﻧﻴﺔ
ﻭﺛﺎﻟﺜﺔ ﻭﻫـﻜﺬﺍ ﻟــﻸﺧﻴﺮﺓ

Banyak sekali pelipat gandaan pahala dalam membaca shalawat al-Fatih yang pertama, kedua sampai seterusnya.
ﻭﻣﻨﻬﺎ ﺿﻌﺎﻑ ﺫﻛﺮ ﻛﻞ ﺍﻟﻌﻮﺍﻟِﻢ
ﺑﺴـﺘﺔ ﺍﻵﻑ ﻭﻏﻔـﺮﺍﻥ ﺯﻟـﺔ

Pahala yang berlipat sebanding dengan dzikir yang dilakukan oleh makhluk di alam ini dengan 6000 kali lipat dan mendapat ampunan dari segala dosa.
ﻓﻼ ﺗﺘﺮﻛﻦ ﺷـﺎﺫﺓ ﻣﻦ ﺫﻧـﻮﺑﻨﺎ
ﻭﻻ ﻓﺎﺫﺓ ﻣﻨﻬﺎ ﻟﻌﻈﻢ ﺍﻟْﻤــﺰﻳﺔ

Oleh sebab itu janganlah engkau tinggalkan, lantaran membacanya menghilangkan dosa-dosa kita dan mendapat keutamaan tersendiri dari yang lainnya.
ﻭﻣﻮﺕ ﻋﻠﻰ ﺍﻻﺳﻼﻡ ﺍﻓﻀﻞ ﻧﻌﻤﺔ
ﺍﺫﺍ ﺩُﻣْﺖَ ﻣﻨﻬﺎ ﻣــﺮﺓ ﻟﻠﻤَﻨِﻴﺔ

Wafat dalam agama islam yang merupakan ni’mat tertinggi, apabila engkau melazimi shalawat al-Fatih setiap hari satu kali sampai kematian menjemput.
ﻭﻻ ﺑﺪ ﻣﻦ ﺍﺫﻥ ﺻﺤﻴﺢ ﻣﻦ ﺍﺣﻤﺪﺍ
ﻭﻟـﻮ ﺑﻮﺳـﺎﺋﻂ ﻟﻨﻴﻞ ﺍﻟﻔﻀﻴﻠﺔ

Syaratnya adalah mendapat izin dari sayid Ahmad al-Tijaniy sekalipun melalui perantara agar mendapat keutamaannya.
ﻣﻊ ﺍﻻﻋﺘﻘﺎﺩ ﺍﻧﻬﺎ ﻓﻲ ﺻﺤﻴﻔﺔ
ﻣﻦ ﺍﻟﻨﻮﺭ ﺍﻧﺰﻟﺖ ﺑﺄﻗـــﻼﻡ ﻗﺪﺭﺓ

Disertai keyakinan bahwa shalawat al-Fatih itu datang berupa lembaran dari cahaya yang turun dengan kalamullah
ﻭﻋﺪ ﺍﻟﺮﻣﺎﺡ ﻋﺸﺮﺓً ﻣﻦ ﺷﺮﻭﻃﻬﺎ
ﻭﻗﺎﻝ ﺑﻜﺘﻤﻬﺎ ﺳــﻮﻯ ﻋﻦ ﺧُﻮﻳﺼﺔ

Pengarang kitab Rimah Hizb al-Rahim menyebutkan 10 persyaratan. Beliau mengatakan 10 syarat tersebut tidak diketahui kecuali oleh orang-orang khusus.
ﻭﺍﻣﺎ ﺛﻮﺍﺑـﻬﺎ ﺍﻟﻌﻤﻴﻢ ﻓﺤـﺎﺻﻞ
ﻟﺴـﺎﺋﺮ ﺧﻠﻖ ﺍﻟﻠﻪ ﺩﻭﻥ ﺷـﺮﻳﻄﺔ

Pahalanya meratai bagi seluruh ciptaan Allah tanpa 10 syarat.
ﻭﻋﻦ ﺳﻴﺪﻱ ﺍﻟﺒﻜﺮﻱ ﻣﻦ ﻋﻨﻪ ﺍﻧﺰﻟﺖ
ﻓـﺪﺍﺀ ﻣﻦ ﺍﻟْﺠـﺤﻴﻢ ﻣﻨﻬﺎ ﺑِﻤَﺮﺓ

Diriwayatkan dari sayid al-Bakriy bahwa shalawat al-fatih diturunkan sebagai tebusan dari neraka jahim sekalipun dibaca sekali.
ﻓـﻮﺍﻟﻠﻪ ﻣﺎ ﺭﺃﻳﺖ ﺫﻛـﺮﺍ ﻣﻘﺎﺭﺑﺎ
ﻟـﻬﺎ ﺑﻌﺪ ﺭُﺗﺒﺔ ﺍﻻﺳﺎﻣﻲ ﺍﻟﻌﻈﻴﻤﺔ

Demi Allah, aku tidak pernah melihat satu dzikir yang mendekatkan diri kepada Allah yang memiliki tingkatan yang agung seperti shalawat al-Fatih.
ﻓﻼ ﺗﻔﺘـﺮﻥ ﻋﻨﻬﺎ ﻓﺘﻨﺪﻡ ﻓﻲ ﻏـﺪٍ
ﻧـﺪﺍﻣﺔ ﻛُﺴْﻌِﻲ ﻭﺻﺎﺣـﺐ ﺑَﺘﺔ

Janganlah engkau melalaikannya sehingga menyesal dikemudian hari seperti penyesalan seorang yang bernama kusaiy dan seperti orang yang menetapkan keputusannya (al-farazdaq).
ﻓﻌَﺾ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺑﺎﻟﻨـﻮﺍﺟـﺬ ﺳﺮﻣﺪﺍ
ﻓﺘﺴﻤﻮﺍ ﻋﻠﻰ ﺍﻗـﻄﺎﺏ ﻛﻞ ﻭﺳﻴﻠﺔ

Peganglah sekuat-kuatnya dengan gigi gerahammu selamanya, maka engkau akan mendapat derajat menjadi Aqthab dengan segala wasilah.
ﻓـﻼ ﺗﻌﺪﻟـﻦ ﻋﻨﻬﺎ ﺍﻟﻰ ﺍﻱ ﺻﻴﻐﺔ
ﺍﺫﺍ ﻛﻨﺖ ﻳﺎ ﺃﺧﻲ ﻣﻦ ﺍﺻﺤﺎﺏ ﻧُﻬﻴﺔ

Janganlah engkau pindah kepada bentuk shalawat lainnya, apabila engkau termasuk orang yang cerdas.
ﺣﻮﺕ ﺳﺮ ﻛﻞ ﺻﻴﻐﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﻮﺍﻟـﻢ
ﻭﺯﺍﺩﺕ ﺑﺄﺳـﺮﺍﺭ ﻭﺃﺷﻴﺎ ﻋـﺰﻳﺰﺓ

Di dalam shalawat al-Fatih telah mencakup setiap bentuk shalawat yang ada di alam. Dan lebih unggul dengan banyak rahasia serta banyak sesuatu sangat mahal nilainya.
ﻭﺭَﺑـﻰ ﺑـﻬﺎ ﻋُﺒﻴﺪﺓ ﺑﻦ ﻣﺤـﻤﺪ
ﻭﺍﺑـﺪﻯ ﻋﺠﻴﺒﺔ ﺑﻤﻴـﺰﺍﺏ ﺭﺣﻤﺔ

Keutamaan Shalawat al-Fatih juga dijelaskan oleh syaikh Ubaidah Ibn Muhammad, beliau memunculkan hal-hal ajaib dalam kitabnya yang bernama Mizab al-Rahmah.
ﻓﻴﺎ ﺭﺏ ﺟـﺎﺯﻩ ﻭﻛﻞ ﻣﺆﻟِــﻒ
ﺑﺨﻴﺮ ﻭﺍﺣﺴــﺎﻥ ﻋﻦ ﺍﻻﺣﻤﺪﻳﺔ

Ya Allah, balaslah beliau dengan kebaikan-kebaikan dan berikanlah balasan yang baik kepada setiap pengarang yang mengikuti ajaran Sayid Ahmad al-Tijaniy.dikutip dari risalah:
ﻓَﻮَﺍﺗِﺢُ ﺍﻟْﻤَﻔَﺎﺗِﺢ
ﻓِﻲ ﺍِﺑْﺮَﺍﺯِ ﺍْﻷَﺳْﺮَﺍﺭِ ﻣِﻦْ ﻛُﻨُﻮْﺯِ ﺻَﻼَﺓِ ﺍْﻟﻔَﺎﺗِﺢ
ﺟﻤﻊ ﻭﺗﺮﺗﻴﺐ
ﺍﻟﺤﺎﺝ ﺭﺯﻗﻲ ﺫﻭﺍﻟﻘﺮﻧﻴﻦ ﺃﺻﻤﺖ ﺍﻟﺒﺘﺎﻭﻱ
ﺍﻟﺮﺍﺟﻲ ﺍﻟﻰ ﺭﺣﻤﺔ ﺭﺑﻪ ﺍﻟﻌﺰﻳﺰ ﺍﻟﻘﻮﻱ
ﻏﻔﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻪ ﻭﻟﻮﺍﻟﺪﻳﻪ ﻋﻦ ﺍﻟﻤﺴﺎﻭﻱ
ﺁﻣﻴﻦ
Tentang Shalawat Fatih
Diantara rukun wirid wadzifah adalah membaca shalawat fatih sebanyak 50 kali .
Syarah kandungan shalawat Fatih…, walaupun shalawatnya diakui dari Nabi Muhammad saw; mencerminkan pemikiran faham tasawuf Syekh Ahmad al-Tijani serta pengaruh tasawuf Filsafat terhadap pemikiran Syekh Ahmad al-Tijani.
Makna al-Fatih li ma Ughliq pada intinya adalah :

1) Nabi Muhammad saw adalah sebagai pembuka belenggu ketertutupan segala yang maujud di alam.

2) Nabi muhammad saw sebagai pembuka keterbelengguan al-Rahmah al-Ilahiyyah bagi para makhluk di alam.

3) Hadirnya Nabi Muhammad saw menjadi pembuka hati yang terbelenggu oleh Syirik.
Sholawat al-Fatih memiliki 8 martabat keutamaan
dibawah ini hanya keutamaan pada martabat yang pertama saja, sedangkan yang lainnya dirahasiakan oleh Allah SWT, diantaranya adalah :

1. Membaca sholawat al-Fatih 1x setiap hari di jamin hidup bahagia dunia dan akhirat
2. Membaca sholawat al-Fatih 1x menghapus semua dosa
3. Membaca sholawat al-Fatih 1x menyamai pahala ibadah semua mahluk di alam semesta ini 6000x lipat
4. Membaca sholawat al-Fatih 1x menyamai pahala sholawat yang dibaca oleh seluruh mahluk dari awal di ciptakan sampai sekarang 600x lipat
5. Membaca sholawat al-Fatih 1x setiap hari, di jamin mati membawa iman ( husnul khotimah ).

6. Membaca sholawat al-Fatih 10x di malam jum’at lebih besar pahalanya dari pada ibadah seorang wali yang tidak membaca sholawat al-Fatih selama 1 juta tahun.
7. Pahala sholawat al-Fatih dapat menutupi dan mengganti kesalahan yang pernah ia lakukan terhadap orang lain, sehingga ia dapat mengganti tuntutannya di hari kiamat.
8. Membaca sholawat al-Fatih 100x di malam jum’at menghapus dosa 400 tahun.
9. Syekh Ahmad at-Tijany r.a berkata :
”Keistimewaan sholawat al-Fatih sangat sulit di terima oleh akal, karena ia merupakan rahasia Allah SWT yang tersembunyi. Seandainya ada 100,000 bangsa, yang setiap bangsa itu terdiri dari 100,000 kaum, dan setiap kaum terdiri dari 100,000 orang, dan setiap orang diberi umur panjang oleh Allah SWT sampai 100,000 tahun, dan setiap orang bersholawat kepada nabi setiap hari 100,000 x, semua pahala itu belum dapat menandingi pahala membaca sholawat al-Fatih 1x.
( al-Fathur Robbany karya Sayyid Muhammad bin Abdillah as-Syafi`ie at-Thoshfaawy at-Tijany hal 99-100 )
Shalawat ini disebut Shalawat al-Fatih dan disusun oleh al-‘Arif al-Kabir Sayyid Muhammad al-Bakri. la mengatakan, “Barangsiapa membacanya satu kali dalam seumur hidup, maka dijamin dirinya tidak akan masuk neraka.” Bagi orang yang mau membacanya terus-menerus selama empat puluh hari, Allah akan menerima tobat atas semua dosanya. Jika shalawat ini dibaca seribu kali pada malam Jumat atau malam Kamis atau malam Senin, maka orang yang membaca akan bisa berkumpul dengan Rasulullah saw.
Allahumma sholli wasallim wabaarik ‘alaa sayyidinaa Muhammadinil faatihi limaa ughliqa, wal khaatimi limaa sabaqa wannaashiril haqqi bilhaqqi, walhaadii ilaa shiraatikal mustaqiimi, shollallaahu ‘alaihi wa ‘alaa aalihi wa ash haabihi haqqa qadrihii wamiqdaa rihil ‘adziim.

Artinya :
Ya Allah curahkanlah rahmat dan keselamatan serta berkah atas junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang dapat membuka sesuatu yang terkunci, penutup dari semua yang terdahulu, penolong kebenaran dengan jalan yang benar, dan petunjuk kepada jalanMu yang lurus.

Semoga Allah mencurahkan rahmat kepada beliau, kepada keluarganya dan kepada semua sahabatnya dengan sebenar-benar kekuasaanNya yang Maha Agung.
Manfaat dan fadhilah sholawat Fatih:
Sholawat ini dikarang oleh Syech Sayyid Muhammad Syamsuddin ibn Abil Hasan al Bakri RA, adapun gunanya adalah:
Untuk menghilangkan pikiran yang resah atau susah.

Barang siapa membaca sholawat al Fatih tersebut, seumur hidup sekali saja Insya Allah diselamatkan dari api neraka.
Membaca Sholawat Al Fatih satu kali seperti membaca sholawat 10.000 x (ada yang mengatakan 600.000 x )
Untuk melepaskan semua kesulitan misalnya agar dapat segera membayar hutang, urusan yang sukar segera dapat solusinya, agar rizqinya lancar dll. Untuk memperoleh sesuatu yang dimaksud sebaiknya shalawat fatih tsb dibaca secara kontinyu (langgeng) terutama dibaca tengah malam 100 x selama 40 hari, atau lebih ampuh lagi dibaca setiap hari tiap malam dengan cara shalat hajat dua rakaat, setelah salam hadiah fatihah kepada para Nabi, auliya’, syuhada’ ulama’, ahli qubur yang mu’min, kemudian membaca sholawat Fatih.
Apabila sholawat fatih dibaca setelah shalat shubuh 21 x Allah akan memberi luas rizqinya, sabar hatinya, selamat diri dan keluarganya terhindar dari semua bala’ dan bencana atau malapetaka.

Dan siapa orang yang membaca sholawat Fatih 1000 x pada malam Jum’at atau malam Kamis atau malam Senin, maka orang tadi besok dapat berkumpul dengan Nabi Muhammad SAW. adapun caranya sebelum membaca Sholawat Shalat sunnah 4 rakaat: rakaat pertama ba’da Fatihah membaca Surat Al Qadar, rakaat ke dua membaca Surat Al Kafirun, rakaat ke tiga membaca Surat Al Falaq, dan rakaat ke empat membaca Surat An Nas (Afdholus Sholawat :142)
sumber
FIDYAH DENGAN SHOLAWAT AL – FATIH

{ ﻓﺪﻳﺔ ﺑﺼﻼﺓ ﺍﻟﻔﺎﺗﺢ {
ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠـَـﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧﺎَ ﻣُـﺤَﻤَّﺪٍ ﻥِ ﺍْﻟﻔﺎَﺗِﺢِ ﻟِـﻤَـﺎ ﺍُﻏْﻠِﻖَ . ﻭَﺍﻟْـﺨَـﺎﺗِـﻢِ ِﻟـﻤَﺎ ﺳَﺒَﻖَ . ﻧﺎَﺻِﺮِﺍْﻟـﺤَﻖِّ ﺑِﺎْﻟـﺤَﻖِّ . ﻭَﺍْﻟـﻬَﺎﺩِﻱْ ﺍِﻟـَﻰ ﺻِﺮَﺍﻃِﻚَ ﺍْﻟـﻤُﺴْﺘَﻘِﻴْﻢِ . ﻭَﻋَﻠﻰَ ﺃَﻟِﻪِ ﺣَﻖَّ ﻗَﺪْﺭِﻩِ ﻭَﻣِﻘْﺪَﺍﺭِﻩِ ﺍْﻟﻌَﻈِﻴْﻢِ . ‏( ×10 ‏) ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍِﻥَّ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟﺼَّﻼَﺓَ ﺃُﻫْﺪِﻳْﻬﺎَ ﻟِﻜُﻞِّ ﻣَﻦْ ﻟَﻪُ ﻋَﻠَﻲَّ ﻭَﻋَﻠﻰَ ﻭَﺍِﻟﺪَﻱَّ ﺗَﺒﺎَﻋَﺔٌ ﺃَﻭْ ﻣَﻈْﻠَﻤَﺔٌ ﺃَﻭْ ﺣَﻖٌّ ﺃَﻭْ ﺩَﻳْﻦٌ . ﻳُﻄﺎَﻟِﺒُﻨِـﻲْ ﺑِﻪِ ﻭَﺇِﻳﺎَّﻫُـﻤﺎَ ﻳَﻮْﻡَ ﺍْﻟﻘِﻴﺎَﻣَﺔِ ﺑَﻴْﻦَ ﻳَﺪَﻳْﻚَ . ﻣِﻦْ ﺧُﺮُﻭْﺟِﻲْ ﻭَﺧُﺮُﻭْﺟِﻬِﻤَﺎ ﻣِﻦْ ﺑَﻄْﻦِ ﺃُﻣِّﻲْ ﻭَﺃُﻣِّﻬِﻤﺎَ ﺇِﻟـﻰَ ﻣُﺴْﺘَﻘَﺮِّﻱْ ﻭَﻣُﺴْﺘَﻘَﺮِّﻫِـﻤﺎَ ﻓِﻰ ﺍﻟﺘُّﺮَﺍﺏِ . ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺗَﻘَﺒَّﻞْ ﻣِﻨِّـﻲْ ﻭَﻣِﻨْﻬُﻤَﺎ ﻭَﺑَﻠِّﻎِ ﺍﻟﺜَّﻮَﺍﺏَ ﺇِﻟَﻴْﻬِﻢْ . ﻳَﻘْﺘَﺴِﻤُﻮْﻥَ ﺫَﺍِﻟﻚَ ﻋَﻠﻰَ ﻗَﺪْﺭِ ﺃَﻧْﺼِﺒَﺂﺋِﻬِﻢْ ﻭَﺣِﺼَﺼِﻬِﻢْ ﻓِﻰ ﺍﻟﺘَّﺒِﻌﺎَﺕِ ﻭَﺍﻟﻈَّﻼَﻣﺎَﺕِ ﻭَﺍﻟﺪُّﻳُﻮْﻥِ ﻭَﺍْﻟـﺤُﻘُﻮْﻕِ . ﻭَﺻَﻠﻰَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠﻰَ ﺳَﻴِّﺪِﻧﺎَ ﻣُـﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠﻰَ ﺃﻟِﻪِ ﻭَﺻَﺤْﺒِﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ . ﺳُﺒْﺤﺎَﻥَ ﺭَﺑِّﻚَ ﺭَﺏِّ ﺍْﻟﻌِﺰَّﺓِ ﻋَﻤﺎَّ ﻳَﺼِﻔُﻮْﻥَ . ﻭَﺳَﻼَﻡٌ ﻋَﻠﻰَ ﺍْﻟـﻤُﺮْﺳَﻠِﻴْﻦَ . ﻭَﺍْﻟـﺤَﻤْﺪُ ِﻟﻠﻪِ ﺭَﺏِّ ﺍْﻟﻌﺎَﻟَـﻤِﻴْﻦَ .

Sayyid Muhammad Ibnul `Arooby ad-Dimroowy ra berkata : ”Sebagian dari yang telah diajarkan oleh Syekh kami Syekh Ahmad bin Muhammad at-Tijany ra tatkala aku bertanya kepada beliau tentang masalah gibah dan masalah lain yang serupa dengan itu seperti mengambil hak milik orang. Maka beliau pun menjelaskan : Bacalah sholawat al-Fatih, lalu ucapkanlah pernyataan ini :
( Ya Allah sholawat ini aku hadiahkan kepada setiap orang yang bagiku dan bagi kedua orang tuaku ada semacam tanggungan, kedzholiman, hak yang aku langgar serta hutang piutang yang belum sempat aku tunaikan sejak aku lahir hingga aku mati, yang akan ia tuntut aku pada hari kiamat dihadapan-Mu. Ya Allah, terimalah bacaan sholawatku ini, dan sampaikanlah pahalanya kepada mereka, agar mereka mendapatkan pahalanya sesuai dengan bagian mereka masing-masing)” ( Ghoyatul `Amaany. Syekh Muhammad as-Sayyid at-Tijany hal 8 )
IJAZAH MUBAROKAH

ﻳَﺎﻣَﻦْ ﺍَﻇْﻬَﺮَ ﺍْﻟـﺠَﻤِﻴْﻞَ . ﻭَﺳَﺘَﺮَ ﺍْﻟﻘَﺒِﻴْﺢَ . ﻭَﻟـَﻢْ ﻳُﺆَﺍﺧِﺬْ ﺑِﺎْﻟـﺠَﺮِﻳْﺮَﺓِ . ﻭَﻟـَﻢْ ﻳَﻬْﺘِﻚِ ﺍﻟﺴِّﺘْﺮَ . ﻭَﻳﺎَﻋَﻈِﻴْﻢَ ﺍْﻟﻌَﻔْﻮِ . ﻭَﻳﺎَﺣَﺴَﻦَ ﺍﻟﺘَّﺠَﺎﻭُﺯِ . ﻭَﻳﺎَﻭَﺍﺳِﻊَ ﺍْﻟـﻤَﻐْﻔِﺮَﺓِ . ﻭَﻳﺎَﺑﺎَﺳِﻂَ ﺍْﻟﻴَﺪَﻳْﻦِ ﺑِﺎﻟﺮَّﺣْﻤَﺔِ . ﻭَﻳﺎَ ﺳَﺎﻣِﻊَ ﻛُﻞِّ ﻧَﺠْﻮَﻯ . ﻭَﻳﺎَ ﻣُﻨْﺘَﻬَﻰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻜْﻮَﻯ . ﻭَﻳﺎَ ﻛَﺮِﻳْﻢَ ﺍﻟﺼَّﻔْﺢِ . ﻭَﻳﺎَ ﻋَﻈِﻴْﻢَ ﺍْﻟـﻤَﻦِّ . ﻭَﻳﺎَ ﻣُﻘِﻴْﻞَ ﺍْﻟﻌَﺜَﺮَﺍﺕِ . ﻭَﻳﺎَ ﻣُﺒْﺘَﺪِﺋﺎً ﺑِﺎﻟﻨِّﻌَﻢِ ﻗَﺒْﻞَ ﺍﺳْﺘِﺤْﻘﺎَﻗِﻬﺎَ . ﻳَﺎ ﺳَﻴِّﺪِﻱْ ﻭَﻳﺎَﻣَﻮْﻻَﻱَ ﻭَﻳﺎَ ﻏَﺎﻳَﺔَ ﺭَﻏْﺒَﺘِﻲْ . ﺃَﺳْﺄَﻟُﻚَ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺗُﺸَﻮِّﻩَ ﺧِﻠْﻘَﺘِﻲْ ﺑِﺒَﻼَﺀِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴﺎَ ﻭَﻻَ ﺑِﻌَﺬَﺍﺏِ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ .

Di dalam kitab al-Mustadrok, Imam al-Hakim ra mengeluarkan sebuah hadits dari Amer bin Syu`aib ra yang ia terima dari bapaknya dan kakeknya, ia berkata :
”Malaikat Jibril as pernah datang kepada nabi SAW dengan membawa do`a ini dari langit, dan ia datang dengan wajah yang indah berseri-seri sambil tertawa bersuka ria, padahal ia tidak pernah turun ke bumi seperti itu sama sekali, Jibril as berkata : “Salam sejahtera atas-mu ya Rasulallah”. Nabi menjawab : ”Salam sejahtera pula atas-mu ya Jibril”. Ia berkata :”Allah telah mengutusku untuk membawa sebuah hadiah untukmu”. “Hadiah apa ?” tanya nabi SAW.

“Beberapa kalimat yang diambil-Nya dari gudang arsy” jawabnya. “Dengan kalimat ini, mudah-mudahan Allah akan memuliakanmu”. “Kalimat apa ya Jibril?” Tanya nabi. Kemudian malaikat Jibril membacakan do`a ini : Yaa man azharol jamiil, wa satarol qobiih ……….. dst Nabi bertanya lagi :

“Fadhilah apa yang Allah berikan kepada pembacanya ?”. Malaikat Jibril as menjawab : “Seandainya semua malaikat yang ada di tujuh lapis langit itu berkumpul untuk menggambarkan fadhilahnya, niscaya mereka semua tidak akan mampu untuk menggambarkan fadhilahnya sampai hari kiamat tiba. Dan Allah SWT telah berfirman kepadaku :

Kuberikan pahala kepada pembacanya sebanyak semua makhluk yang telah aku ciptakan, sebanyak tetesan air hujan, sebanyak pasir dan kerikil, dan Aku berikan pahala seperti yang di dapat oleh 70 orang nabi yang telah menyampaikan dakwah risalah”.
Imam al-Hakim berkomentar : “Hadits ini sanadnya shohih karena perawinya kebanyakan berasal dari penduduk Madinah yang terpercaya”. ( Tuhfatuz Dzaakirin syarah al-Hishnul Hashin karya Imam Muhammad bin Ali asy-Syaukany hal 378 )

Keutamaan dan Khasiatnya
Shalawat ini disebut Shalawat al-Fatih dan disusun oleh al-‘Arif al-Kabir Sayyid Muhammad al-Bakri. la mengatakan, “Barangsiapa membacanya satu kali dalam seumur hidup, maka di jamin dirinya tidak akan masuk neraka.” Bagi orang yang mau membacanya terus-menerus selama empat puluh hari, Allah akan menerima tobat atas semua dosanya. Jika sholawat ini dibaca seribu kali pada malam Jumat atau malam Kamis atau malam Senin, maka orang yang membaca akan bisa berkumpul dengan Rasulullah saw. Shalawat ini cocok sekali bagi para mubtadi’, mutawassith, dan muntahl. Sebaiknya shalawat ini diamalkan dan dibaca sehari semalam 100 kali.

Selain itu, shalawat ini memiliki manfaat dan kegunaan lain:

A) bila seseorang mengalami kesulitan dalam menerima pelajaran, hendaknya ia rnembaca shalawat ini 11 kali setiap kali usai shalat secara istiqamah, dan 3 kali setiap kali mengikuti pelajaran. Insya Allah, pikiran akan cepat menangkap pelajaran;

B) bila seseorang membaca shalawat ini 7 kali setiap selesai shalat Maghrib dan Shubuh, insya’Allah ia akan senantiasa dilindungi oleh Allah dari gangguan jin;

C) untuk mengobati anak yang nakal, bacalah shalawat ini sebanyak 100 kali, ditiupkan pada air di gelas, dan kemudian airnya diminumkan pada anak yang nakal. Bacalah shalawat ini tiga kali dan kemudian tiupkan pada telinga kanan dan telinga kirinya. Insya Allah, anak itu akan cepat sadar dari kenakalannya.

SHOLAWAT FATIH ADALAH SAYYIDUS SHOLAWAT.

Membaca sholawat kepada nabi Muhammad SAW ada yang menggunakan kalimat wa sallim atau wa sallam, dan ada pula yang tidak memakainya. Sholawat yang menggunakan kalimat wa sallam adalah sholawatnya orang-orang yang beriman, seperti firman Allah SWT : Yaa ayyuhal ladziina ‘aamanuu sholluu ‘alaihi wa sallimuu tasliimaa. Kalau sholawat itu bersumber dari Allah dan Malaikat, kalimatnya adalah : Innalloha wa malaaikatahu yusholluuna ‘alan nabiy. Oleh sebab itu ketika syekh Ahmad ra ditanya, mengapa sholawat al-Fatih tidak memakai kalimat wa sallim . Beliau menjawab : Karena sholawat al-Fatih bersumber dari Allah, bukan susunan yang dibuat oleh manusia.

Cukup lama sekali syekh Muhammad al-Bakriy ber-riyaadhoh dan munajat kepada Allah SWT, agar diberikan sholawat yang pahala, sirri, faedah dan keistimewaannya mengungguli seluruh sholawat yang pernah ada. Kemudian seorang malaikat mendatanginya dengan membawa secarik kain dari sorga bertuliskan sholawat al-Fatih dengan tulisan cahaya, oleh sebab itu pula sholawat al-Fatih disebut juga dengan sholawat al-Bakriyyah, dan ada juga yang menamakan dengan al-Yaaqutatil Fariidah ( Mutiara yang tak ada duanya ) dan ada juga yang menyebutnya dengan sayyidus sholawat ( pimpinan dari seluruh sholawat. Tapi yang paling dikenal adalah dengan sebutan sholawat al-Fatih.

Setelah 16 tahun berkholwat tepatnya saat syekh Ahmad ra berusia 46 tahun, beliau berjumpa dengan sayyidul wujud Rosulullah SAW dalam keadaaan sadar dan terjaga. Beliau mengajarkan serta mengijazahkan sholawat al-Fatih dan menjelaskan semua keistimewaan dan rahasianya kepada beliau. Sholawat al-Fatih harus diajarkan kepada semua orang dengan 2 tingkatan. Tingkatan khusus harus mendapat izin talkin resmi dari orang-orang yang menerimanya dari syekh Ahmad secara estafet dan yang menerimanya pun harus berkeyakinan bahwa sholawat ini bersumber dari Allah, bukan susunan manusia. Sedangkan tingkatan umum, seperti yang dikatakan oleh beliau :

Ajarkan semua orang untuk membaca sholawat al-Fatih, agar mereka dapat mati dengan membawa iman.
( al-Khulashoh Wafiyah 73 ).
Semoga berkah manfaat dunia akhirat,aamiin.
salam pakubumi.

Silahkan Share Bila Bermanfaat.

14.11.20

ALLAH-MUHAMMAD

Assalamualaikum wr wb
Bismillahirrahmanirrahim..

Puji yang empat :
Puji orang Syariat : Lailahaillallah
Puji orang Tarekat : Hu Allah
Puji orang Hakekat : Allah – Allah
Puji orang Makrifat : Hayyun – Hayyun _____________________________________
JUMLAH KALIMAH EMPAT MACAM :
Kalimah syariat : Lailahaillallah. Tiada Tuhan yang
disembah melainkan Allah
.
Kalimah Tauhid : Lailahaillallah. Tiada Tuhan adanya Allah
.
Kalimah Hakikat : Lailahaillallah. Tiada Dayaku
hanya pada kuasa Allah
.
Kalimah Makrifat : Lailahaillallah. Tiada Ujudku hanya Ujud Allah
_________________________
DIRI ADA LIMA MACAM :
Diri terdiri Artinya Berdirinya Allah
Diri tajali Artinya Nyatanya Allah
Diri terperi Artinya Susah senang Diri sendiri Artinya Diri yang ada
Diri Asli Artinya Mengenal Zat Allah
.
Nafikan diri kita, Adanya yang punya Diri, Artinya
Diri sendiri tiada diri yang lain Hanya diri yang ada
itulah sebenarnya Diri Hak Mutlak, awal dan Akhir yang bernama Allah
_________________
ANASIR EMPAT :
Allah : Zat, Sifat, Asma, Af’al
Muhammad : Ujud, Ilmu, Nur, Suhud
Adam : Api, Air, Angin, Tanah Hamba : Uri, tembuni, Tuban, Darah
_______________________
KALIMAH LIMA NABI :
1. ADAM : LAILAHAILLALLAH ADAM SUFI ALLAH
2. IBROHIM : LAILAHAILLALLAH IBROHIM
KHOLILULLAH 3. ISA : LAILAHAILLALLAH ISA ROHULLAH
4. MUSA : LAILAHAILLALLAH MUSA
KALAMULLAH
5. MUHAMMAD : LAILAHAILLALLAH
MUHAMMADAROSULULLAH
_______________________ PAHAM yang KHUSUS : LAILAHAILLALLAH, diri
KU ini adalah diri ALLAH
________________________________
PUJI MUHAMMAD ADA TUJUH :
LAILAHAILLALLAH MUHAMMAD RASULULLAH
LAILAHAILLALLAH MUHAMMAD RAHASIA ALLAH LAILAHAILLALLAH MUHAMMAD HAMBA ALLAH
LAILAHAILLALLAH MUHAMMAD SIFAT ALLAH
LAILAHAILLALLAH MUHAMMAD HAK ALLAH
LAILAHAILLALLAH MUHAMMAD ZAT ALLAH
LAILAHAILLALLAH MUHAMMAD UJUD ALLAH
__________________________________________ JALAN MENGENAL TUHAN ADA EMPAT :
Islam
Iman
Tauhid
Makrifat
. Islam Artinya : Selamat sempurna Awal dan Akhir
yang mengenal Allah itulah sebenarnya Islam
Agama itu pembawaan Islam
.
Iman Artinya : Percaya pada zat yang ada, Hakiki
Mutlak yang bernama Allah .
Tauhid Artinya : Satu, tiada dua, Hakekat tauhid,
ada Tuhan tiada Hamba
.
Makrifat Artinya : Mengenal diri, menafikan diri yang
ada lalu mengadakan atau mengisbatkan diri Tuhan, isbat Zat, isbat Sifat, isbat Asma, isbat Af’al, Illallah
__________________________
JALAN MATI ADA TUJUH :
Berhenti bernapas, mati namanya
Diselubungi, ditutup, mayat namanya
Dimandikan, Robial Roin namanya Dibungkus, sifat namanya
Disambut dalam kubur, Muhammad namanya
Dimiringkan dalam kubur, Allah namanya
Ditimbun dengan tanah, rahmatullah namanya
________________________________
HAKIKAT MENGENAL TUHAN : ALIF : Zat = Kuasa
LAM AWAL : Sifat = Menerima Kuasa
LAM AKHIR : Asma = Menjalankan Kuasa
HA : AF’AL = Menyatakan Kuasa
_______________________________________
HAKIKAT LIMA NABI PADA DIRI KITA : Nabi Adam : Jasad kita
Nabi Ibrahim : Hati kita
Nabi Isa : Roh kita
Nabi Musa : Mulut kita
Nabi Muhammad : Rupa kita
________________________ IMAM PADA DIRI KITA :
Imam Syafi'i : Perbuatan kita
Imam Hambali : Kata-kata kita
Imam Hanapi : Niat Hati kita
Imam Maliki : Tujuan kita
_____________________________ MALAIKAT PADA DIRI KITA :
Jibril : Menyampaikan
Mika’il : Menghidupkan
Isrofil : Sekali mati 2x hidup
Isra’il : Tiap-tiap hidup mati
______________________________ MARTABAT DIRI ADA TUJUH :
Diri ditakluki oleh hati
Hati ditakluki oleh jiwa
Jiwa ditakluki oleh Rahasia
Rahasia ditakluki oleh Sifat
Sifat ditakluki oleh Zat Zat ditakluki oleh Allah
Allah ditakluki oleh hamba atau diri
____________________________________
TA” TUJUH” DALAM SEMBAHYANG :
Berdiri betul : Kepala kita
Takbir : Mata kita Sedekap : Telinga kita
Rukuk : Mulut kita
Tahyat : Badan kita
Sujud : Tangan kita
Salam : Kaki kita
________ TITIAN :
Kasad : Kata hati
Takrat : Dikatakan
Takyin : Dikerjakan
Ihram : Suci Lahir Batin
Tubaddil : Berganti kuasa Munajad : Berganti kata
Mikraj : Sampai kepada Allah
______________
DZAT INSAN :
Insan : Allah
Manusia : Allah Ta’ala Muhammad : Allah Aza wajalla
Allah : Allah Subhanahuwa ta’ala
Zat : Allah Ruhman
Ghaibul guyub : Allah Rohim
Zat Hakiki : Allah Robbul Alamin
___________________ IMAN DAN AMAL :
1. Iman yang diikuti, Amal Tidak diikuti
2. Iman itu senantiasa, Amal itu bersama-masa
3. Iman itu wajib, Amal itu Sunnat
4. Iman tiada beramal tidak merusak, amal
merusak 5. Iman yang diterima, Amal tidak diterima
6. Iman masuk surga, Amal tidak masuk surga
7. Iman diberi Pahala, Amal tidak
8. Iman tiada ditimbang, Amal ditimbang
9. Iman boleh berpesan, Amal tidak berpesan, Nabi
segalanya beriman serta selamat 10. Iman jika tidak menjadi kafir, Amal tidak, Nabi
semuanya beriman dan beramal
11. Iman tidak mengharap, Amal mengharap
___________________
ISI SEMBAHYANG :
TIADA YANG LAIN HANYA ALLAH, LAIN DARIPADA ALLAH SALAH inilah isinya
SEMBAHYANG
______________________________________
HAKEKAT SEMBAHYANG ADA TUJUH :
1. NIAT : Nafsuku
2. TAKBIR : Nyawaku 3. FATEHAH : Kepalaku
4. RUKUK : Tulangku
5. SUJUD : Dagingku
6. TAHYAT : Tanganku
7. SALAM : Kakiku
________________________ KETERANGAN TAUHID :
ROBUN ABDU : Allah Hamba
ABDU ROBUN : Hamba Allah
ANNA MUKODDIMU : AKU KODIM
WA ANNA KHOLKI : AKU RAJA
WA ANNA MUHADDAS : AKU BAHARU WA ANNA MAHLUK : AKU MAHLUK
__________________________________
JALAN TAUHID ILMU MAKRIFAT :
1. Jasadku bernama Allah, dari pada Alif itulah Af’al
Allah
2. Hatiku bernama Muhammad, dari pada Lam awal itulah Asma Allah
3. Nyawaku bernama Rasulullah, dari pada Lam Ahir
itulah Sifat Allah
4. Rahasiaku bernama Allah, dari pada
itulah zat Allah
_______________ HADIST KUDSI : WA AN YAKUN ABDA RABBAN
BILASAKIN, Artinya Bermula itu Hamba Allah,
jangan syak, jangan ragu, apabila ragu kafir, Kita
yakin bahwa Allah itu benar-benar Ada dan Nyata,
karena yang nyata ini tiada yang ada hanya Allah
semata ______________________________________
KATA SYEH MUHYIDIN IBNU ARABI : MAN
ROANI FAKROL HAK, Artinya Barang siapa
mengenal ia akan daku sebenarnya Manusia
_________________________________
MAN RONI WAHUWA UJUDUL HAK, artinya Aku lah yang sebenarnya Ujud Allah
_________________________________
HADIST KUDSI : Manusia itu Rahasiaku, tiada lain
Sifatku, dan Zatnya, tiada lain adanya Aku, Allah
nama Zat, arti Zat ada, itulah Diriku, baru bernama
Hamba Allah, Tiada lain engkau itu hanyalah aku, dan Aku itu adalah engkau jua
_________________________________
BIKANA MAKANA, BIYAKUNU MAYAKUNU,
Artinya Barang yang belum ada itu adalah Aku, dan
Barang yang sudah ada itu adalah Aku jua
___________________________ PUJI KEJADIAN MANUSIA :
Sehari semalam dalam Rahim Ibu Pujinya HU
.
Tiga hari tiga malam Pujinya HAK
.
Tujuh hari tujuh malam pujinya ANALLAH .
Empat puluh hari 40 malam Pujinya
SUBHANALLAH
.
Tiga bulan Pujinya ALHAMDULILLAH
. Tujuh bulan Pujinya ALLAHU AKBAR
.
Sembilan bulan 15 hari Pujinya
LAILAHAILALLAH
.
Setelah keluar dari Rahim Ibu Pujinya HU ALLAH .
Jasad serta Nyawa HAMBA namanya, setelah diberi
nama baru ALLAH namanya
________________
HADIST KUDSI : TA’ALAMA MAFINAFSI WALA
AKMA MAFI NAFSI, Artinya : Hai Isa, engkau ketahui yang ada pada dalam diriku, dan Aku tiada
tahu apa yang ada pada dalam dirimu
_________________
FIRMAN ALLAH : WAANIK BUDUNI HAZA
SIROTIM MUSTAKIM, Artinya Tauhidkan oleh
kamu akan Daku, dan turutilah Perintahku _________________________________
KHOLAKOL INZANI DO’IFA, Artinya Tiap-tiap
Manusia itu lemah tiada Berdaya
_________________________________
UDHULUL JANNATA ANTUM WAARWAJUKUM
TAKBARUN, Artinya Masuklah Kamu kedalam Syurga, serta Jodoh Kamu
_________________________________
FAAMINU BILLAHI WAROSULAH, Artinya Jika
kamu percaya padaku, Turutilah Perintah Rasulku
_________________________________
IN KUNTUM SODIKIN, Artinya Apa sebab engkau ceraikan Rohmu dengan Jasadmu, jika engkau
mengetahui
_________________________________
FAKULUMAN BIROIRI AKMAL AKMALUHU
MARDU DATIN LATAR BALU, Artinya Hai Malaikat,
Tamparkan Amalnya mereka itu kehadapan mukanya
_________________________________
1. ALAINYA MAYINUN WAKOD HOLAKTUKA MIN
KOBLU WALAM TAHU SYAIYIA, Artinya Aku telah
menjadikanmu dahulu, sedangkan engkau belum
jadi sesuatu _________________________________
2. INNI JAALTUKA FIL FUADIMUHADISTI, Artinya
Kujadikan engkau bercakap-cakap dalam Hatiku
_________________________________
3. WAL ABINU KOLBI FI FUADI ANISI, Artinya isi
hatiku hanyalah tetap engkau Sendiri _________________________________
4. ANA MAN AHWA WAMAN AHWA ANA, Artinya
Segala yang aku rindui itu ialah aku
_________________________________
5. NAHNU ROHANI HALALNA BADANA, Artinya
aku adalah dua Jiwa bersatu di satu Badan _________________________________
6. FAIZA ABSOR TAHU ABSOR TANA, Artinya
Bila engkau lihat aku, terlihatlah Engkau
_________________________________
7. AL ABDU ROBBUN WAROBBU ABDUN, Artinya
Hamba itu adalah Tuhan, Tuhan itu adalah Hamba jua
_________________________________
8. IN KULTA ABDUN FAROKA ABDUN, Artinya
Kalau Engkau katakan Hamba, padahal aku adalah
Tuhan
_________________________________ 9. AN KULTA ROBBUN ANNA YUKALLA, Artinya
Kalau Engkau katakana Tuhan, yang mana yang
diperintah
_________________________________
10. MAIZTA RUHUKA FIRRUHI KAMA, Artinya
Telah bercampur Rohmu dengan RohKu _________________________________
11. TUM SYIDUL HIOMRATA BIL MAIL
ZALLALI, Artinya Laksana bercampur Hamba
dengan Air Jernih
_________________________________
12. FAIZA MAZZAKA SYAINU MAZZANI, Artinya Bila menyentuhmu akan sesuatu, maka
Tersentuhlah Aku
_________________________________
13. FAIZA ANTA ANA FIKULLI HALIN, Artinya
Sebab itu Engkau adalah Aku
________________ HADIST KUDSI :
MAN AROBTU ROBBI BIROBBI, Artinya Jika
Engkau ingin melihat Aku, LIhatlah Diri Mu
_________________________________
WAFI ANFUSIKUM APALAH TUBSIRUN, Artinya
Aku di dalam Jiwa Kamu, Kamu tiada mengetahui _________________________________
APAKAH ARTI : JUNUB, JANABAT,
MUKORONAH ?
1. Junub Artinya Mahluk
2. Jenabat Artinya Islam
3. Mukoronah Artinya Ilmu _________________________________
SIAPA ITU JUNUB, JANABAT, MUKORONAH ?
1. Junub Adalah Laut
2. Jenabat Adalah Bumi
3. Mukoronah Adalah Mani
_________________________________ Bermula Arti Laut ialah Sirr kita, Ilmu adalah
Rahasia kita, Bumi itu adalah Tubuh kita, bermula
berkata-kata dengan Perempuan itu dan Sirr kita
pada perempuan itu, itulah Junub namanya, Dan
Jamak Perempuan itu Janabat namanya,
Bercampur Air Laki-laki dengan perempuan itu Mukuronah namanya (Sirr sama), Bermula Junub itu
Tamu namanya, Janabat itu Jamak namanya, Dan
Mukoronah itu : Rahman, Rahim namanya
________________________________________
ORANG JANABAT ITU ADA 4 PERKARA :
1. Wada 2. Wadi
3. Mani
4. Manikam
.
Wada Artinya : selagi di dalam Otak kita
Wadi Artinya : Ditengah kening kita Mani Artinya : selagi didalam Dada
kita
Manikam Artinya : selagi di dalam Pusat kita
_________________________________
Maka tetap didalam Pusat menjadi 3 macam :
1. Istinjak 2. Junub
3. Janabat
.
Yang bernama Istinjak itu Mani, Tatkala didalam
Fuad Kalam, kemudian jatuh kepada Bumi Rahmat
Allah dari pada tempat yang bernama Kuntu Kanzan Mahfian, sudah tetap didalam Bahrul Alam
namanya, Ketahuilah tentang Wada, Wadi, Mani,
Manikam, serta kesempurnaannya Istinjak itu, Jika
tidak mengenal yang tersebut diatas maka tidak
sempurna islam itu, Kering Air Laut tiada Suci
Mandinya, dan Sembahyangnya, maka tiada Syah segala Halnya
_________________________________
MENYATAKAN WADA, WADI, MANI, MANIKAM :
1. Wada itu jadi Kaki, jadi Tubuh, jadi Tanah, jadi
Jibril
2. Wadi itu jadi Darah, jadi Jantung, Jadi Mika’il 3. Mani itu jadi Angin, jadi Tembuni, jadi Limpa, Jadi
Isrofil
4. Manikan itu jadi Api, jadi Uri, jadi Empedu, Jadi
Isro’il
_________________________________
Malaikat Jibril pada mata Putih, Malaikat Mika’il pada mata Hitam, Alis mata itu bernama Isrofil,
Mata yang Terang itu bernama Isro’il dan
Muhammad Rasulullah
_________________________________
Hati itu bernama ABU BAKAR, Hati yang
Terang bernama UMAR, Warna Jantung bernama USMAN dan Empedu yang Hitam bernama
ALI
_________________________________
1. Jalannya mati
2. Hilangnya mati
3. Selamanya mati 4. Tempatnya mati
_________________________________
Empat Perkara tadi pembukaan ghaibnya dzat
Allah, oleh karena itu sayangilah, setelahnya
menerima keterangan yang dibawah ini :
_________________________________ 1. Jalannya Mati : Jalannya mati ialah Hidayatullah,
maksudnya menunjukan kerajaan yang dirakit
didalam tubuh manusia jadi dzatnya yang tidak
berpindah lagi
_________________________________
2. Duduknya Mati : Duduknya mati itu petunjuk Allah yang selamat dari keadaan mati, artinya tahu
kesempurnaannya
_________________________________
3. Ketemu Mati atau Selamanya Mati : ialah sabar,
artinya pasrah segala-galanya kepada tuhan :
Iradatullah _________________________________
4. Tempatnya Mati : Tempatnya mati itu adanya
didalam pekerjaan Allah, maksdunya ialah
sempurnanya dzat yang mempunyai sifat esa,
supaya diketahui keterangannya dibawah ini :
_________________________________ 1. Syahadat tidak pakai Iman
2. Takbir tidak pakai Tauhid
3. Syariat tidak pakai Ma’rifat
_________________________________
Syahadat tidak pakai iman nyatanya tunggal, Takbir
tidak pakai Tauhid kenyataannya hilangnya tunggal, yang senang didalam dzatullah yang tunggal yang
senang kepada sifatullah : yang sempurna sifatnya
maka inilah yang menerangkan waktu roh mulai
keluar :
_________________________________
1. Mula-mula dari badan ialah dari telapak kaki pujinya Layakrujullah ilallah
.
2. Roh jalan lagi, berhenti di lutut pujinya illahu allah
.
3. Roh jalan lagi, berhenti di pusat pujinya Lamaujud
ilallah .
4. Roh jalan lagi, berhenti di hati pujinya Yahu ilallah
.
5. Roh jalan lagi, berhenti khalkum pujinya Yuwa
ilallah
. 6. Roh jalan lagi, berhenti dimuka pujinya Hak ilallah
.
7. Roh jalan lagi, berhenti di mata pujinya Nyawa si
badan sepi
_________________________________
Adapun ghaibnya, kenyataannya ada 6 perkara : 1. Jaman geraknya mati rupanya hitam, jaman yang
keluar dari badan kita pribadi
.
2. Melihat warna merah, pekerjaan yang masih
samar-samar
. 3. Melihat warna kuning, itupun masih remang-
remang
.
4. Melihat warna putih, itu tandanya sudah kumpul,
jadi keadaan mati yang tunggal gilang gemilang
cahayanya, itulah tanda bayangan dari keadaan mati yang sempurna, yang terang tidak ada yang
menghalanginya, tapi walaupun demikian belum
sampai jua sebab masih jauh dari rasa gaib, dari itu
harus percaya kepada qudrat yang kuasa, Tauhid
maksudnya pasrah kepada kehendaknya, ma’rifat
maksudnya tahu kepada ilmunya, islam maksudnya selamat dari ilmunya
.
5. Melihat yang belum tahu pada warna, Sejati yang
mulya tak ada batasnya
.
6. Lengkap riwayatnya yang menerima anugerah yang maha suci
_________________________________
1. Nabi Ibrahim : Nyawa = Wujud = Ada
2. Nabi Yusuf : Cahaya = Sifat = Rupa
3. Nabi Isa : Roh = Johar = Nyata
4. Nabi Muammad : Nur = Roh = Kedalam 5. Nabi Musa : Ceritaan = Nafas = Keluar
6. Nabi Daud : Suara = Hawa = Darah
7. Nabi Sulaiman : Kesaktian = Nafsu = Tulang
_________________________________
Alif : Allah = Jibril = Nafas
Lam : Ta’bil = Mikail = Tanafas Lam : Jalalah = Isrofil = Anfas
Ha : Adadah = Isroil = Nufus
.
Tasjid : Haruman, Jaruman, Mukarobin : Nafas
Nafsiyah
_____________________________________ BERDIRINYA MANUSIA SEMPURNA :
Menitis artinya matinya balik lagi rohnya ke anak
cucunya
.
Nufus artinya matinya sudah janji akan nyusul ke
anak .
Nusur artinya cucunya (mati didalam hidup) awet
hidupnya
.
Kekal artinya hidupnya bisa gonta-ganti rupa
_________________________________ Allah itu ada 4 huruf ke 5 tasjid, apa wujudnya Allah
itu ? wujudnya nafas
_________________________________
Inama sodokati lil fukaro wal masriki wabinis sabil
.
Inama = pekerjaan Sodokat = yang sungguh-sungguh
Lilfukaro = keluar dari pikiran sendiri
Wal masriki = yang betul harus dipikirkan
_________________________________
Maka hal ini dapat kiranya betul-betul dihayati,
bahwa sifat Allah itu ada pada manusia-manusia itu sendiri
_________________________________
MIM : Muhammad MA = Maha Suci
NUN : Nukat Ghaib NU = Nurullah dari Bapak
SA : Rasul SI = Syirullah dari Ibu
WAW : Adam (jasad badan) YA = Jadinya kita _________________________________
1. Sirr : Wujud
2. Budi : Ilmu
3. Cipta : Nur
4. Rasa : Suhud
_________________________________ 1. Nafas : Adam Sarpin = Roh kudus = Wadi =
Bulatnya mata
.
2. Tanafas : Adam Syaraf = Roh rohani = Madi =
Putihnya mata
. 3. Anfas : Adam Mungkin = Roh idhofi = Mani =
Hitamnya mata
.
4. Nufus : Adam Akal = Jasmani = Manikem =
orang-orangan mata
_________________________________ Dari Allah : Sirr, Budi, Cipta, Rasa
Dari Nabi : Pengucapan, Penciuman, Pendengaran,
Penglihatan
Dari Rasul : Nafas, Tanafas, Anfas, Nufus
Dari Bapak : Kulit, Tulang, Akal, Urat
Dari Ibu : Daging, Darah, bulu, Sumsum _________________________________
1. Leluhur
2. Air Ketuban
3. Bungukusan Otak
4. Tali Ari-Ari
5. Bali 6. Darah
7. Bayangan
_________________________________
Lailahailallah itu Ada 40 Akoid.
1 Seharusnya.
Muhammadurasulallah Ada 9 Akoid. 20 Wajibnya.
Ibu 9 Rasulnya Istri (Bini).
20 Mustahilnya Bapak.
1 Seharusnya Anak.
Jumlah 50 Akoid, 1 Seharusnya.
_________________________________ Ibu = Ya Ilahi = Jibril
Bapak = Ya Robbi = Mikail
Kita = Ya Saidi Ya Maulana = Jaruman
Ibu Perempuan = Ya Allah = Isrofil
Ibu Lelaki = Ya Tuhanku = Isroil
Istri = Ya Robal = Mukarobin Anak Kita = Arsil Ajina = Haruman
_________________________________
Alif Sifatnya Wujud, Allah adalah Kita, kita adalah
Allah
.
Ba Sifatnya Basirun, Langit, Bapak, Bahan Kita .
Sin Sifatnya Samiun, Air, Sirr, Suci
.
Mim Sifatnya Mutakalimun, Bumi, Ibu, Maha Suci
_________________________________
Nafsiyah Wujudnya Nafas Penglihatan Wujudnya Mata
Pendengaran Wujudnya telinga
Ceritaan Wujudnya Mulut
_________________________________
1. Syariat : Peraturan-Peraturan Bersumber Di
Badan .
2. Tarikat : Perbuatan Bersumber Di Hati
.
3. Hakikat : Kelakuan Bersumber Di Nyawa
.
4. Ma’rifat : Nyata Bersumber Di Rasa _________________________________
Allah Yang Memberi Hidup, Muhammad Adalah
Qadam atau Roh, Rasul Adalah Hidup atau Nafas,
Adam Adalah Jisim (Badan), Muhammad Yang
Menanggung Wujud, Rasul Yang Menanggung
Hidup, Alif Bismillah, Berkatnya Alif Bismillah, Alif Jadum Muhammad Jadum, Jadum Ilallah, Saran
Kana Mimbaki Bakiyan Ilallah
_________________________________
30 Huruf 9 Roh Terjadinya Nafas Didalam edaran
Badan Kita Yang Masuk 7 Anggota Diantara Lelaki
Dan Wanita _________________________________
Islam Itu Harus Sholat Yang Tak Ada Hentinya,
Dalilnya Tajwid = Mukhalapatu Lilhawadisi, Dalilnya
Islam = Hayatun Bihayatin Daiman Abada
_________________________________
1. Wadi : Rupanya Merah, Kejadiannya Darah Kita Pujinya Layakrifu Ilallah
.
2. Madi : Rupanya Hitam, Kejadiannya Air Kita
Pujinya Lamakbuda Ilallah
.
3. Mani : Rupanya Putih, Kejadiannya Akal Pikiran Kita Pujinya Lahu yuda Ilallah
.
4. Manikam : Rupanya Kuning, Kejadiannya Cahaya
Kita Pujinya Lamayuda Ilallah
_________________________________
1. Asal Bumi : Rupanya Hitam, Kejadiannya Wujud Kita Hakikatnya Dzat Kita, Jadinya Kulit Daging.
Pujinya Ashadu Ala Ilahailallah
.
2. Asal Api : Rupanya Merah, Kejadiannya Nur Sifat
Kita Jadinya Urat Tulang. Pujinya Wa Ashadu Ana
Muhammadaraulallah .
3. Asal Angin : Rupanya Kuning, Kejadiannya Ilmu
Kita, (Af’al Kita) Jadinya Akal Pikiran, Pujinya La
Syarikalahu Lailahaila Ana
.
4. Asal Air : Rupanya Putih, Kejadiannya Suhud Kita Hakikatnya Asma Kita, Jadinya Darah
Sumsum, Pujinya Sahidna Allampusihin Wa Sabit
Indana Inahu Lailahailahua
_________________________________
1. Barba nama induk semula jadinya Bumi, Jadi
Jisimnya Muhammad .
2. Mur Kadim nama induk semula jadinya Api, Jadi
Cahayanya Muhammad
.
3. Abdu isomad nama induk semula jadinya Angin,
Jadi Nyawanya Muhammad .
4. Sabantahuran nama induk semula jadinya Air,
Jadi Hidupnya Muhammad
_________________________________
1. Asal Api : Syariat Jadi Berdirinya Sholat
2. Asal Angin : Tarekat Jadi Rukunya Sholat 3. Asal Air : Hakikat Jadi Sujudnya Sholat
4. Asal Bumi : Ma’rifat Jadi duduknya Sholat
_________________________________
1. Sholat Wujud : Adanya Didalam hening, Adanya
Didalam kekal, Aku lah Dzatnya
. 2. Sholat Daim : Ada Rasa Dalam olah, Ada Olah
Dalam Olah, Aku olahnya Allah
.
3. Sholat Mutlak : Akulah Akunya Allah
.
4. SholatTul Kusta : Sang Hitam Ada, Ada Dalam Rasanya Sang hening Ada, ada Dalam Rasanya,
Akulah Sejatinya Rasa
.
5. Sholat mati Sebelum Ada Sholat : ruh Sejatinya,
Badan Darahnya, Hati Dan Jantungnya Hati, Air
Rohnya Hati, Darahnya putih Rupanya Jantung, Ada Pada Lengkungan (Lobang-Lobang) Tegak Di
Tengah-Tengah Jantung Usholi Itu Hidup, Wujud
Hidup Itu Sujud, kekal Pada ruh, Sungguh ingat
Hidup tidak akan mempan kematian Allahu Akbar
_________________________________
1. Hati Sanubari : Rupanya Hitam, Bagiannya Kaharullah, Tempatnya Di Alam Sulfil. Pujinya
Allah-Allah Itu Sempurnannya ucapan (Mulut)
.
2. Hati Maknawi : Rupanya Merah, Bagiannya
Kamalullah, Tempetnya Dialam Sulbi, Pujinya Allah-
Allah, Itu Sempurnanya pendengaran (Telinga) .
3. Hati Sirri : Rupanya Kuning Bagiannya Jalallah,
Tempatnya Di Alam Tapek, Pujinya Hu-Hu Itu
Sempurnanya napas (Hidung)
.
4. Hati Fuad : Rupanya Putih, Bagiannya Jamalullah, Tempatnya Di Alam Sabit, Pujinya Ana
haq 3x Itu Sempurnanya Penglihatan (Mata)
_________________________________
1. Luamah (Alif) Adanya Di Mulut : Asmanya Hidup,
Rupanya Didalam, Bagiannya Mulut, Tempatnya Di
hati, Pujinya Yahu-Yahu, Sempurnanya Cipta Cipta. .
2. Amarah (Lam Ta’bil) Adanya Di telinga : Sifatnya
Hidup, Rupanya Merah, Bagiannya Di telinga,
Tempatnya Jantung, Pujinya Ilahu-Ilahu,
Sempurnanya Sirr Dan Angan-Angan
. 3. Supiah atau Sawiyah (Lam Jalala) Adanya Di
Mata : Af’alnya Hidup, Rupanya Putih, Bagiannya
Dimata, Tempatnya Di Hempedu, Pujinya Imanahu-
Imanahu, Sempurnanya gerak Dan Diam
.
4. Mutmainah (Ha) Adalah Adanya Di Hidung : Dzatnya Hidup, Rupanya Kuning, Bagiannya Di
Hidung, Tempatnya Pada kemaluan, Pujinya Hu,
Hu, Hu, Sempurnanya Budi Dan Rasa
_________________________________
1. Nafas : Talinya Hidup, Talinya Roh Rupanya
Hitam, Bagiannya Af’alullah, Adanya Pada Ucapan (Mulut) Pujinya La Ilahailallah Sempurnanya Kulit
Dan Daging
.
2. Tanafas : PenciumanNya Roh Rupanya Kuning,
Bagiannya Asmaullah Ada Pada Hidung, Pujinya
Allahu-Allahu Itu Sempurnanya Tulang Dan Urat. .
3. Anfas : Tempatnya Roh, Rupanya Merah,
Bagiannya Sifatullah Ada Pada Punggung, Pujinya
Allah-Allah, Itu Sempurnanya Darah Dan Sumsum
.
4. Nufus : Penglihatan Roh, Rupanya Putih, Bagaiannya Dzatullah Ada Pada Awasnya Mata
(Penglihatan), Pujinya Yahu-Yahu Itu Sempurnanya
Kekuatan Nafsu
_________________________________
1. Syariat : Badan Bersumber Dari Otak, Imannya
Hidayatullah, Yang Dilakukan Oleh Orang-Orang Syariat Wudhu Dengan Air, Batalnya Kalau Kentut,
Sholatnya Maktub, Lakunya Ruku, Sujud,
Sempurnanya 4 Perkara :
.
1. Senang Ujub Dan Takabur
2. Kalau Diundang Dapat Berkat 3. Menang Sendiri, Janjinya Tidak Tepat Dan Ujub
Kalau Tamat Pengajiannya
4. Takabur Kalau Melakukan Sholat 5 Waktu,
Menetapkan Dirinya Tidak Ke Neraka Pasti Ke
Syurga
. 2. Tarekat : Hati Bersumber Dari Hidung, Imannya
Sadrah Yang Dilakukan Wudhu Teman
(Kesungguhan Hati), Batalnya Kalau Bohong,
Sholatnya Daim, Lakunya Sopan Santun,
Sempurnanya 14 Perkara :
. 1. Mengurangi Datangnya Penyakit
2. Mengurangi Tidur Dan begadang
3. Dengan Sungguh Berbaktinya
4. Dengan Tenang Pikirannya
5. Dimana Saja Ia Berbakti
6. Berbaktinya Ditempat Sepi Dan Tenang 7. Ditempat Yang Gelap Ia Berbakti
8. Permohonannya Menyerupai Rakyat Jelata
9. Malu Baktinya Ditengah-Tengah Pasar
10. Memalukan Baktinya Berdiri Ditengah-Tengah
Pekarangan
11. Waktu Memberi Tidak Dengan Perhitungan 12. Harus Bersedih Dalam Pembicaraannya
13. Setelah Memberi Tidak Mengharapkan Imbalan
14. Sebelumnya Mempunyai Perasaan Sendiri
.
3. Hakikat : Nyawa Bersumber Ditelinga, Imannya
Maksum Yang Dilakukan, Wudhunya Ingat, Batalnya Kalau Lupa Sholatnya Tulkusta,
Kelakuannya Tidak Sombong, Sempurnanya 5
Perkara :
.
1. Merdeka Dalam Badannya
2. Bersih Dalam Kalbunya 3. Suci Hatinya
4. Mulya Namanya
5. Sempurna Penglihatannya.
.
4. Ma’rifat : Rasa Bersumber Dimata, Imannya
Yakin Wudhunya Tidak Melihat, Batalnya Kalau Melihat Sholatnya Dulkaji, Lakunya Tasdik,
Sempurnanya 9 Perkara :
.
1. Hilang Kalbunya
2. Kosong Sukmanya
3. Adanya Ditempat Yang Agung 4. Tak Ada Sembah Dan Puji
5. Iya-Iya, Tidak-Tidak
6. Bicaranya Dengan Kenyataan
7. Halus Tak Dapat Diambil
8. Bisa Masuk Walau tertutup
9. Digjaya Segala-Galanya, Bisa Masuk Tanpa Bolong
_________________________________
1. Syariat : Niatku Mengucapkan Dua Kaliamt
Syahadat Sekali Untuk Seumur Hidup
.
2. Tarekat : Niatku Mengucapkan Syahadat hidup didalam mati, Baginda Rosul Dari Otak, Otak Yang
Menjadikan Adanya mati, Menciptakan Mati Dan
Hidup, Hidup Yang Tak Mati, Tetap Yang Tak
Berubah
.
3. Hakikat : Asyahadu, Ada Dia, Ada Aku, Allahu Sifatku, Salallahu Tuhanku, Menunjukan Jalan
Terang, Hidup Tidak Kena mati, ingat Yang Tak
Bisa Lupa, Dzat hilang Pulang Ke Dzatullah,
Lailahailallah Muammadarasulallah
.
4. Ma’rifat : Asihku Asalku Dari Dzatullah, Du Itu Waktu Aku Diadu telentang Dan Telungkup Ibu Dan
Bapak Ku, Bumi Dan Langit, Roh Masuk Kedalam
Jisim (Badan) Baru Adanya Tuhan, Muhammad
Yang Menanggung Dzat, Rosul Yang Menanggung
Hidup, Ragaku Darmaku, Baik Buruknya Terserah
Kepada Tuhan Dan Hatiku _________________________________
1. Syahadat Tauhid : Asyhaduanla Ilahailallah, Wa
Ashadu Lasyarikalahu
.
2. Syahadat Rosul : Wa Ashadu Ana Muhammadan
Abduhu Warosuluhu .
3. Syahadat Kita : Nawaitu Anukirro atau Ukina
Syahadataini Kalimat Taini Kumuro Murotaini Alaiya
Watuni Muslimin
.
4. Syahadat Anggota : Fikulli Walau Hakim Wanafsin Adadah Mawasi Ahu Bilahi Ta’ala Umani
Ilallah
_________________________________
PECAHAN SAHADAT : Syahadatnya Yang
Diminum itu Minuman Syah-Adatnya Minum Harus
Kemulut Syah’ adatnya Yang Membikin .
1. Dari Rahman Qodrat Jadi Anggota
2. Dari Rahim Qodrat Jadi Kekuasaan
3. Dari Rahman Irodat Jadi Jantung
4. Dari Rahim Irodat Jadi Kemauan
5. Dari Rahman Ilmu Jadi Otak 6. Dari Rahim Ilmu Jadi Ingatan
7. Dari Rahman Hayat Jadi Nafas
8. Dari Rahim Hayat Jadi Hidup
9. Wahidiyat = Tunggal Sahnya Wujud = Ada
Nur = Tahu Nurcahya = Menyaksikan
________________________________________ PERABOT UNTUK MENGERJAKANNYA :
1. Dzat dan Adatmu Yang asal dari qudrat yang
maha suci
2. kendakmu yang asal dari irodat yang maha suci
3. pengetahuanmu yang asal dari ilmu yang maha
suci 4. hidupmu yang asal dari hayat yang maha suci
5. dengarmu yang asal dari sama yang maha suci
6. penglihatanmu yang asal dari basar yang maha
suci
7. ucapanmu yang asal dari kalam yang maha suci
_____________________________ YANG HARUS DIJALANKAN :
Menjalankan 20 Sifat yang baik
Menuruti 20 sifat yang maha suci
Menjauhi 20 sifat yang tidak wajib dalam ketuhanan
Api rasa panas yang sudah berwujud
Air rasa dingin yang sudah berwujud Angin rasa sejuk yang sudah berwujud
Bumi rasa tetap yang sudah berwujud
.
Maka wujudnya rasa panas itu dzatnya api, merah
itu sifatnya, namanya apa saja itu asmanya, yang
mengetahui itu af’alnya .
Begitupun wujudnya rasa dingin itu dzatnya air,
putih itu sifatnya, namanya apa saja itu asmanya,
yang mengetahui itu af’alnya. Dst……
.
Rasa-rasa tadi yang diterangkan semua asal dari Rasulullah, Kalau Dzatnya Tuhan ialah wujudnya
Rasulullah, Kalau Sifatnya Tuhan ialah Rahman
Rahimnya, Kalau Asmanya Tuhan ialah apa saja
menyebutnya, Kalau Af’alnya Tuhan ialah sempurna
mengerjakannya, Jangan lupa kepada Tuhan (wujud)
= ada, Harus malu kepada kekuasaannya (Qodrat), Punya rasa kepada kehendaknya (Iradat), Merasa
setelah tahu (Ilmu)
__________________________
CAHAYA YANG 4 (EMPAT)
Merah = telinga = bayang = amarah Bertuhan
kepada rohaniah (gorah) .
Kuning = Jantung = nafas Bertuhan kepada nafas
(mutmainah)
.
Putih = Hati = mata = sawiyah atau sufiah Bertuhan
kepada sirr dari ibu bapak didalam sirr .
Hitam = Empedu = mulut = luamah atau lawwamah
Bertuhan kepada aku (ya Allah ya aku)
.
Yang adatnya panas, yang sifatnya merah, api =
amarah, Yang adatnya sejuk, yang sifatnya kuning, angin = mutmainah, Yang adatnya dingin, yang
sifatnya putih, air = sawiyah, Yang adatnya tetap,
yang sifatnya hitam, bumi = luamah
.
Amarah = Kehewanan Api asal dari matahari, acinya
api jadi daging .
Luamah = Keduniaan Air asar dari laut, acinya air
jadi tulang
.
Sawiyah = Kesempurnaan Tanah asal dari bumi,
acinya tanah jadi seisi badan .
Mutmainah = Ketuhanan Nafas asal dari angin,
acinya angin jadi kulit
.
Hukum saranya sudah punya segolongan-sego
lngannya, Hukum adatnya sudah punya seadat- adatnya, Hukum akalnya sudah punya seakal-
akalnya, Hukum Allahnya yang tetap pada
pendiriannya yang maha suci
.
Syariatnya bada..

Semoga bermanfaat..

BY putri sang kayangan 🙏

8.10.20

KHASIAT MINYAK HERBAL

KHASIAT MINYAK:
A.Habbatussauda:
1.Mengobati darah tinggi (hipertensi)
2.Mengobati kolesterol tinggi.
3.Menjaga kadar gula darah.
4.Melawan infeksi.
5.Mencegah kanker
6.Anti bakteri
7.Memperkuat daya tahan tubuh.

B.Bidara Arab:
1.Terapi gangguan Jin dan penyakit 'Ain.
2.Antiseptik dan anti bakteri.
3.Mengobati wasir dan Ambeien.
4.Menurunkan tekanan darah tinggi.
5.Mencegah kanker dan tumor.
6.Melancarkan pencernaan.
7.Menyehatkan lambung.


C.Zaitun
1.Mencegah dan mengurangi resiko kanker.
2.Melancarkan aliran darah.
3.Mengontrol kolesterol.
4.Mengontrol tekanan darah.
5.Menyembuhkan jerawat.
6.Anti oksidan.
7.Mengatasi batu ginjal.

D.Kelapa ijo (VCO)
1.Mencegah Oestoporosis
2.Menstabilkan gula darah.
3.Meningkatkan imunitas tubuh
4.Anti bakteri,virus dan jamur.
5.Kesehatan kardiovaskuler.
6.Melawan kuman.
7.Meningkatkan kesehatan kulit
l
H.Diin Agusta,GAN4.Banten