Total Statistik Pengunjung

4.9.21

Energi multiguna/multifungsi

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Energi Multiguna/multifungsi :

SNA + AN M7 + huruf hijaiyah.

•KUN SHOLLI ALA MUHAMMAD.ASFUL MAHMUD AHMAD AHDAH WAHDAH WAHDIYAH MUHAMMAD.sa.da.ya.ta.la (level 1).

•KUN SHOLLI ALA MUHAMMAD.ASFUL MAHMUD AHMAD AHDAH WAHDAH WAHDIYAH.kaaf.ha.ya.ain.shod (level 2).

•KUN SHOLLI ALA MUHAMMAD.ASFUL MAHMUD AHMAD AHDAH WAHDAH WAHDIYAH MUHAMMAD. alif.lam.mim.nun.ain.shod (level 3).

•KUN SHOLLI  ALA MUHAMMAD.ASFUL KAHFI MAHMUD AHMAD AHDAH WAHDAH WAHDIYAH MUHAMMAD. Lailaha illallah Muhammadurrosululloh. (level 4).

•KUN SHOLLI ALA.MUHAMMAD.ASFUL MAHMUD AHMAD AHDAH WAHDAH WAHDIYAH MUHAMMAD.Kun Fayakun.Ya Allah,Ya Dzattul Buhti,3x.(level 5).

Manfaat/faedahnya,seperti :
1.Membersihkan hijab dibatang tubuh dan sekujur tubuh kita dari Cahaya (Nurulloh) menuju ke Nur Muhammad diqolbu kita.
2.Mahabbah kepada Rabb dan Baginda Nabi Muhammad SAW.
3.Pembooster suatu amalan.
4.Wasilah (perantara/jalan)dalam bermunajat kepada Rabb.
5.Keselamatan mutlak dari kejahatan Jin dan Manusia,biidznillah...
6.Menyembuhkan dan mengobati penyakit medis dan non medis (unsur Jin).
7.Penglarisan dan Pengasihan.
8.Ruqyah mandiri.
9.Mengisi energi (tuah) suatu benda,misalnya batu akik,Tasbih,pusaka dan mustika serta lainnya.
10.Kekebalan.
11.Kewibawaan/kharisma.
12.Benteng ghoib.
13.Dan lainnya,bagaimana Niat dan Hajat kita...

catatan:
•Ucapkan QOBILTU,dengan NIAT hanya untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT
•Energinya sangat Kuat dan keras,amalkan dgn bijaksana sesuai dgn Hajat serta dijalan yg diridhoi Allah.
•Amalan ini sdh saya SUMPAH apabila disalah gunakan akan berbalik kepada yg mengamalkannya.
•Hanya untuk Pengamal yg SUDAH melakukan Penyatuan dan penyelarasan Kajian 1 AN (Mandiri atau berJamaah)
•Lakukan Sholat Sunnah Tobat + Sunnah  Hajat.
 •Tawasul Untaian Sanad AN,sertakan nama saya dibawah Gubes agar memiliki keKuatan dan keDekatan Ruh saya dengan Pengamal serta para Tuan Guru (afdal).
•Dibaca 1 putaran Tasbeh,313x tahan nafas semampunya dan sesekali dihembuskan,tiap bilangan 100 baca Al Fatihah,7x lalu ditelan liur agar energinya terkunci...lanjutkan sampai selesai.(Hajat khusus)
•Agar energinya NETRAL,bacakan Al Fatihah atau Syahadat atau Sholawat.
•Dijaga LISAN kita,boleh jadi MUSTAJAB.
•MAHAR/penajam,hadiahkan Pahala Al Fatihah kepada Ruh H.Diin Agusta (Abiuta) bin H.Emon Suherman untuk:
>Energi multiguna level 1.mahar Al Fatihah,17x.
>Energi multiguna level 2.mahar Al Fatihah,101x.
>Energi multiguna level 3,mahar Al Fatihah,313x.
>Energi multiguna level 4.mahar Al Fatihah,6.666x.
>Energi multiguna level 5.mahar Al Fatihah,12.000x.
•Dilarang Keras diZikirkan saat mengemudi bagi yg BELUM  melakukan Penyatuan dan Penyelarasan Asmak.Nabi Muhammmad SAW secara Mandiri atau berJamaah.

" Untuk mahar/penajam energi multiguna cukup 1x disesuaikan dgn levelnya saat ucapkan QOBILTU,khusus level 4 & level 5 maharnya dapat dicicil dalam waktu 1 tahun ".

H.Diin Agusta (Abiuta),Banten.

26.8.21

Ma'rifat

Ma'rifat,,
Inti Ma'rifat adalah mengenal diri yg sebenar-benarnya, bahwa kita berasal dari Allah (Qadim) kemudian kembali ke Qadim (Allah) dgn kalimat "INNALILLAHI WA'INNA ILLAIHI RAJI'UN"
Tiga faktor ma'rifat
1. La Ta'yin = belum ada ketentuan.
Ahadiyah=Maha Tunggal.
Dzatul Buhti=Dzat Yg Kekal.
Artinya, disini Allah diumpamakan laut yg tiada bergelombang. Dia lah Tuhan yg maha Suci dan maha Tinggi, tiada martabat di atasNya lagi.
Bahwa manusia sdh ada sejak dahulu dan tiada terpisah dgn Tuhannya. Bahwa kita sdh berada dlm Rahasia Allah, namun karena Allah blm ada nampak mk kita blm juga ditampakkanNya, jadi sejak La Ta'yin manusia sdh tetap dlm rahasia Allah ttp blm ada pengakuan apa2 karena blm nampak dan blm ditampakkan.
2. Ta'yin awal= ketentuan yg pertama
Wahdah= Tunggal
Hakekatul Muhammadiyah=asal mula segala yg ada.
Artinya, disini Tuhan telah menampakkan diriNya, mk ditampakkan-Nyalah manusia itu dahulu (titik) didlm diriNya sendiri seraya melihat dan berkata :Alastu birobbikum?
Mk dijawab dgn :Bala Syahidna. Setelah pengakuan ini terjadi mk Tuhan berkata : Saat ini Aku akan mengambil empat anasar dari tubuhmu, Ku jadikan alam agar engkau menetap kelak, mk kita menjawab dgn kalimat "LA HAULA WALA KUATA ILLABILLAH"
Setelah itu diambillah,
Dari Rahasia dijadikan Api.
Dari Ruh dijadikan Angin.
Dari Hati dijadikan Air.
Dari Tubuh dijadikan Tanah.
Mk jadilah alam semesta dgn segala isinya. Selanjutnya "titik" itu mengembang menjadi banyak, tumbuh dan besar menjadi Alif.
3. Ta'yin Tsani= ketentuan kedua
Wahdiyah=mentauhidkan
Hakekatul Adam=asal mula manusia.
Artinya, bahwa Alif pd Dzat menyelubungi semua rahasia yg ada, disini Allah seumpama laut dgn gelombangnya, sesungguhnya Allah Tuhan yg maha Suci lagi maha Tinggi diumpamakan laut, sedangkan semua yg ada diumpamakan gelombang, adapun gelombang itu tiada terpisah dari laut adanya.
Bahwa ketiga martabat diatas semuanya Qadim, yg terdahulu atau terbelakang hanyalah sebutan saja.
( HAKIKAT INSAN (Mengenal Diri ) )

19.4.21

Energi TEMBAGA

- Mengisi Energi ke CINCIN TEMBAGA versi AN:
(tambahan kreasi pribadi dari Kajian Guru Anjen EL dan Gubes) -

•Niat hanya untuk beribadah kepada Allah.
•Cincin dioleskan minyak non alkohol lalu digenggam.
•bacakan:
•Al Fatihah,17x
•Sholawat Al Fatih,101x
•Kun Sholli Ala Muhammad.Asful Mahmud Ahmad Ahdah Wahdah Wahdiyah Muhammad.Alif.lam.mim.nun.ain.shod,313x
•Ya Mahmudun,Ya Allah,2000x
•Kajian 31,17x
•Kalimat Tammah,17x
•Asma Sirr,17x
•Mahkota Ruh,17x
•Alhamdulillah,3x

catatan:
A.Qobiltu hanya beribadah kepada Allah
B.Mahar: Al Fatihah,7x + Sholawat Al Fatih,3x untuk Ruh saya..


H.Diin Agusta (Abiuta),GAN4.Banten.

3.4.21

20 Sifat Wajib ALLAH

Inilah 20 sifat wajib Allah yang bisa dikenalkan kepada Si Keci:

1. Wujud (Ada)

Sifat wajib Allah SWT yang pertama adalah ‘wujud’ yang artinya ‘ada’. Maksudnya, Allah adalah zat yang pasti ada, Dia berdiri sendiri, tidak diciptakan oleh siapapun dan tidak ada Tuhan selain Allah Ta’ala. Bukti bahwa Allah SWT itu ada adalah terciptanya alam semesta dan seisinya.

Allah SWT berfirman: “Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudia ia bersemayam di atas ‘Arsy. Tidak ada bagi kamu selain daripada-Nya seorang penolongpun dan tidak (pula) seorang pemberi Syafa’at 1190. Maka kamu tidak memperhatikan?” (QS As-Sajadah: 4).

2. Qidam (Awal)

Qidam memiliki arti terdahulu. Maksudnya, Allah SWT adalah sang pencipta yang menciptakan alam semesta beserta isinya. Oleh karena itu, tidak ada pendahulu atau yang mengawali selain Allah SWT. Allah SWT tidak diciptakan karena menjadi zat pertama yang mengawali semua hal.

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam Alquran: “Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS Al-Hadid: 3).

3. Baqa’ (Kekal)

Sifat wajib Allah yang selanjutnya adalah ‘Baqa’’ yang artinya kekal. Allah itu Maha kekal, tidak akan punah dan binasa atau mati. Tidak ada akhir bagi Allah SWT.

Sebagaimana disampaikan oleh Allah SWT: “Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. BagiNya-lah segala penentuan, dan hanya kepadaNya-lah kamu dikembalikan.” (QS Al-Qasas: 88).

4. Mukholafatul Lilhawaditsi (Berbeda dengan Makhluk Ciptaannya)

Karena Allah SWT adalah yang penciptakan, maka Allah SWT sudah pasti jauh berbeda dengan makhluk-makhluk ciptaanya. Tidak ada satupun yang mampu sebanding denganNya dan mampu menyerupai keagunganNya.

Hal ini dijelaskan dalam Alquran: “Tidak ada satupun yang serupa dengan Dia dan Dialah yang Maha Mendengan dan Melihat.” (QS Asy-Syura: 11).

5. Qiyamuhu Binafsihi (Berdiri Sendiri)

Qiyamuhu Binafsihi menjadi sifat wajib Allah selanjutnya. Memiliki arti ‘berdiri sendiri’, sesungguhnya Allah SWT Ta’ala berdiri sendiri, tidak bergantung oleh siapapun dan tidak membutuhkan bentuan karena Allah SWT adalah sang pencipta.

Alquran menjelaskan: “Sesungguhnya Allah benar-benar Maha kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari alam semesta.” (QS Al-Ankabut: 6).

6. Wahdaniyah (Tunggal)

Maksudnya, Allah-lah satu-satunya tuhan pencipta alam semesta. Sebagaimana dijelaskan dalam Alquran: “Seandainya di langit dan di bumi ada tuhan – tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu akan binasa.” (QS Al-Anbiya: 22).

Baca Juga: 5 Kegiatan Ini Bisa Membantu Anak Mengenal Aksara

7. Qudrat (Berkuasa)

Sebagai pencipta, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu dan tidak ada yang bisa menandingi kekuasaan-Nya. Seperti tertera dalam Alquran“Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.” (QS Al-Baqarah: 20).

8. Iradat (Berkehendak)

Allah Maha Berkehendak atas segala sesuatu. Oleh karena itu, kejadian apapun pasti terjadi atas kehendak Allah SWT. Penjelasan dalam Alquran yakni: “Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: ‘Jadilah!’, maka terjadilah.” (QS Yasiin: 82).

9. ‘ilmun (Mengetahui)

Allah SWT Maha Mengetahui atas segala sesuatu baik yang tampak maupun yang tidak tampak. Allah SWT berfirman: “Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (QS Qaf : 16).

10. Hayat (Hidup)

Allah Maha Hidup, tidak akan pernah binasa ataupun musnah. Dia kekal selamanya. “Dan bertakwalah kepada Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya.” (QS Al-Furqon: 58).

11. Sama’ (Mendengar)

Allah Maha mendengar apa yang diucapkan hambanya, tidak ada yang akan terlewat oleh-Nya. “Dan Allah-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Maidah: 76).

12. Basar (Melihat)

Termasuk dalam sifat wajib Allah, semua yang ada di dunia ini tidak luput dari pengelihatan Allah SWT karena pengelihatan-Nya tidak memiliki batasan. Allah SWT bisa melihat apapun, kapanpun di mana pun lebih dari yang manusia fikirkan. “Dan Allah melihat atas apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Hujurat: 18).

13. Qalam (Berfirman)

Melalui firman-Nya, Allah SWT memberikan tugas kepada nabi dan rasulnya untuk menyebarkan Qalam-Nya sebagai pegangan umat manusia. “Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan kami) pada waktu yang telah kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya.” (QS Al-A’raf: 143).

14. Qadiran (Berkuasa)

Mengenai sifat wajib Allah ini telah dijelaskan dalam Alquran: “Hampir kilat itu menyambar pengelihatan mereka. Setiap kali sinar itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. jika Allah menghendaki, niscaya dia melenyapkan pendengaran dan pengelihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.” (QS Al – Baqarah: 20).

Baca Juga: 8 Inspirasi Nama Bayi Laki-laki dari Nama Nabi dan Rasul

15. Muridan (Berkehendak)

Apabila Allah sudah menakdirkan sesuatu, maka tidak ada yang dapat menolak kehendak-Nya. “Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” (QS Hud: 107).

16. Aliman (Mengetahui)

Sebagai sifat wajib Allah, artinya Allah Maha mengetahui atas segala sesuatu. Tidak ada yang bisa disembunyikan, bahkan hanya sebesar debu pun, baik tindakan baik atau buruk. “Dan Allah Maha Mengetahui sesuatu…” (QS An-Nisa: 176).

17. Hayyan (Hidup)

Allah SWT selalu hidup dan dapat mengawasi hamba-hambaNya karena tidak pernah tidur“Dan bertawakkallah kepada Allah Yang Hidup, yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya.” (QS Al-Furqon: 58).

18. Sami’an (Mendengar)

Allah memiliki sifat wajib Sami’an yang berarti mendengar. Tidak ada yang terlewatkan bagi Allah dan tidak ada pula yang melampui pendengaranNya. Gemericik angin hingga desiran di dalam hati seseorang pun Allah SWT mengetahuinya.

19. Bashiran (Melihat)

Bashiran juga memiliki arti melihat. Allah selalu melihat dan mengawasi hamba-hamba-Nya. Oleh karena itu, sudah semestinya umat Islam selalu berbuat kebaikan dan merasa diri selalu diperhatikan oleh Allah.

20. Mutakalliman (Berfirman atau Berkata-kata)

Mutakalliman juga berarti berkata-kata. Allah berfirman lewat kitab-kitab suci yang diturunkan dan disampaikan oleh para nabi dan rasul. Semua yang datang dari Allah SWT adalah benar adanya dan semua manusia harus tunduk pada perintahnya.


2.3.21

MAKRIFAT

Makrifat Bukan Tujuan Akhir

“Awal beragama Makrifatullah ” begitu kata baginda Rasul untuk mengingatkan ummatnya untuk fokus mencapai tahap makrifat kepada Allah sebagai syarat awal agar seseorang dinilai telah beragama. Makrifatullah dalam makna umum berarti mengenal atau mengetahui tentang Allah. Makrifat terbagi menjadi Makrifat Asma (nama), Makrifat af’al/fi’il (perbuatan) dan Makrifat Dzat (Memandang Dzat Allah).
Makrifat dengan nama Allah berarti kita mengenal tentang Allah lewat nama-nama-Nya, adalah 99 nama yang baik (asmaul husna) yang terdapat dalam al-Qur’an. Ar-Rahman dan ar-Rahim misalnya mengajarkan kita bahwa Allah adalah sosok yang mempunyai sifat pengasih dan penyayang. Al-‘Aziz, Maha Perkasa atau Maha Kuat, dengan nama itu tergambar dalam pikiran kita akan Tuhan yang Maha Kuat, sumber dari segala kekuatan. Dengan mengetahui nama tersebut akan membuat kita sadar bahwa di atas kita ada sosok yang jauh melebihi kemampuan kita. Dengan mengetahui nama-nama-Nya adalah salah satu cara kita mengenal-Nya.
Makrifat dengan af’al/fi’il atau sifat, ada 20 sifat Allah yang wajib diketahui oleh hamba-Nya. Kalam , atau berkata-kata akan mengajarkan kita bahwa Allah memiliki sifat berkata-kata, dengan itu memberikan keyakinan bahwa Allah memberikan petunjuk kepada seluruh manusia dengan perantaraan kata-kata-Nya. Kata-kata-Nya yang disampaikan kepada Nabi ditulis dalam bentuk kitab suci sedangkan kata-kata-Nya yang disampaikan kepada hati orang beriman akan memberikan petunjuk secara pribadi kepada orang tersebut dalam kehidupannya. Sifat Kalam Tuhan itu abadi, artinya tidak mungkin Tuhan hanya berkata-kata zaman dulu saja ketika Nabi ada tapi Dia akan terus berkata-kata sepanjang zaman, cuma diperlukan ketenangan jiwa dan hati yang bersih untuk bisa mendengarkan firman-Nya.
Makrifat Dzat, mengenal Dzat Allah, ini adalah puncak makrifat, mengenal dengan sebenar kenal. Dengan makrifat seorang hamba yang telah disucikan dan intensif berdzikir lewat hati sanubarinya, dapat melihat Tuhan Allah SWT. Para Sufi mengatakan, “Kalau mata yang terdapat dalam hati sanubari manusia terbuka, mata kepalanya akan tertutup dan ketika itu yang dilihatnya hanya Allah SWT. Makrifat merupakan cermin. Jika seorang sufi melihat ke cermin, maka yang dilihatnya hanya Allah SWT. Yang dilihat orang arif sewaktu tidur maupun bangun hanya Allah SWT”
Kenapa awal beragama makrifat kepada Allah, karena jika tidak mengenal Allah maka tidak mungkin manusia bisa menyembah-Nya dan tidak mungkin bisa mencintai-Nya. Maka sangat penting bagi seluruh manusia untuk mencapai tahap makrifat agar ibadah-ibadah yang dilakukannya tidak sia-sia.
Nabi Ibrahim mendapat perintah untuk mengorbankan anaknya lewat mimpi, Allah memerintahkan Ibrahim untuk menyembelih anaknya. Kenapa Ibrahim melaksanakan perintah yang “aneh” tersebut karena dia sangat yakin yang memerintahkan adalah Allah. Kenapa sangat yakin yang datang dalam mimpinya adalah Allah, karena Nabi Ibrahim telah mencapai tahap makrifatullah, mengenal Dzat Allah SWT. Akal tidak mampu menguraikan tentang wujud Allah yang datang dalam mimpi Ibrahim, tasawuf dengan mudah menguraikannya. Uraian tentang makrifat dan pengalaman-pengalaman tentang makrifat hanya bisa dipahami oleh orang yang telah berada di alam makrifat pula.
Makrifat tidak di dapat lewat perenungan, lewat kajian-kajian atau bacaan-bacaan. Ribuan buku tasawuf tidak akan membawa seseorang mencapai makrifat. Al-Ghazali berkata, “Alat seorang sufi mendapatkan makrifat adalah qalbu, bukan panca indera atau akal. Pengetahuan yang diperoleh qalbu
lebih benar daripada pengetahuan yang diperoleh melalui akal. Jalan untuk memperoleh kebenaran adalah tasawuf (makrifat bukan filsafat)”. Al-Ghazali memaknai makrifat sebagai Memandang Wajah Allah .
Setelah mencapai tahap makrifat seperti yang disebutkan oleh Rasulullah SAW, barulah seseorang bisa menerapkan segala ibadah yang dianjurkan oleh agama. Zunnun al-Mishri mengatakan bahwa makrifat mempunyai jangkauan moral yang nilai kemanusiaan seoptimalnya yang harus berhias ahklak Allah SWT. Pergaulan orang arif bila telah sampai ke tingkat ini bagaikan pergaulan dengan Allah SWT. Aisyah istri Nabi ketika ditanya tentang akhlak Rasulullah menjawab bahwa akhlak Rasulullah adalah al-Qur’an.
Hanya Allah yang mengetahui siapa dari hamba-Nya yang benar-benar mengenal-Nya, sampai ke tahap makrifat. Tapi tentu saja orang yang telah mengenal Allah sebagaimana disebutkan tadi maka Akhlaknya akan mengikuti akhlak Rasulullah SAW. Menurut zunnun adalah tiga tanda orang Arif (Orang yang telah mencapai tahap Makrifat) :
Cahaya Makrifat tidak memadamkan cahaya kerendahan hatinya,
Tidak mengakui secara bathiniah, ilmu yang bertentangan dengan hukum lahiriah (Hukum Syariat).
Nikmat Allah SWT yang banyak itu tidak mengiringnya untuk melanggar larangan Allah SWT.
Orang Arif dengan pengetahuannya yang luas, hakikat yang mendalam akan tetap menjaga amalan-amalan zahir yang di syariatkan oleh agama. Orang yang mengaku bermakrifat kemudian bertingkah aneh, meninggalkan kewajiban agama, berakhlak yang tercela akan diragukan tentang makrifatnya. Kehebatan dan kekeramatan yang diberikan Allah kepadanya tidak dipakai untuk melanggar perintah Allah, melakukan perbuatan-perbuatan tercela, ini penjelasan dari ciri-ciri orang makrifat menurut Dzunnun al-Mishri.
Kesimpulan dari tulisan ini bahwa makrifatullah atau mengenal Allah adalah awal beragama, dengan mencapai Makrifat maka segala ibadah akan bermakna karena kita mengenal siapa yang kita sembah.
 Kalau Makrifatullah adalah awal beragama, lalu apa akhir dari agama? Akhir dari beragama juga Makrifatullah karena Makrifatullah adalah ruh dari agama.

by.BIDADARI KAYANGAN (Facebook)