Total Statistik Pengunjung

15.12.18

33 Larangan Rasulullah SAW terhadap wanita

33 LARANGAN RASULULLAH SAW TERHADAP WANITA

Selasa, 11 November 2014

●WANITA MENDEDAHKAN AURAT
●WANITA BERPAKAIAN MENYERUPAI LELAKI
●WANITA BERGAUL BEBAS DENGAN LELAKI BUKAN MUHRIM
●WANITA BERSALAMAN DENGAN LELAKI BUKAN MUHRIM
●WANITA BERPAKAIAN MENYERUPAI ORANG KAFIR
●WANITA MENYAMBUNG RAMBUT
●WANITA MENCABUT, MENCUKUR ATAU MENIPISKAN ALIS
●WANITA MENGIKIR GIGI
●WANITA MELAKUKAN TATO
●WANITA MELIHAT AURAT SESAMA WANITA ATAU BERGABUNG DALAM SATU PAKAIAN
●WANITA MELAKUKAN MUSAHAQAH (LESBIAN)
●WANITA MEMAKAI WANGIAN AGAR DKAGUM ORANG LAIN
●WANITA MEMASUKI PUSAT RAWATAN KECANTIKAN AWAM
●WANITA BERKHALWAT DENGAN LELAKI BUKAN MUHRIM
●WANITA TIDAK MELAYANI KEHENDAK SUAMI
●WANITA MENCERITAKAN RAHASIA HUBUNGAN SUAMI-ISTERI KEPADA ORANG LAIN
●WANITA MENERIMA TETAMU BUKAN MUHRIN TANPA IZIN SUAMI
●WANITA KELUAR RUMAH TANPA IZIN SUAMI
●WANITA MEMBENCI DAN MENYAKITI HATI SUAMI
●WANITA MENGINGKARI PERINTAH SUAMI YANG BAIK
●WANITA BERMUSAFIR TANPA MUHRIM ATAU SUAMI
●WANITA MENCERIKAN SIFAT WANITA LAIN KEPADA SUAMINYA
●WANITA PUASA SUNAT TANPA IZIN SUAMINYA
●WANITA MENGINFAK HARTA SUAMI TANPA IZINNYA
●WANITA KUFUR TERHADAP KEBAIKAN SUAMI
●WANITA MENYUMPAHI ANAK
●WANITA MEMAKSA SUAMI MENCERAIKANNYA
●WANITA MEMAKAI PAKAIAN MAS DENGAN SOMBONG DAN MEGAH
●WANITA MENYAKITI JIRAN TETANGGA
●WANITA MENCAKAR DAN MEROBEK PAKAIAN KETIKA MENDAPAT MUSIBAH
●WANITA MERATAPI KEMATIAN
●WANITA BERKABUNG ATAS KEMATIAN SESEORANG MELEBIHI TIGA HARI
●WANITA MENZIARAHI KUBUR DIIRINGI TANGISAN

“Jika seorang isteri solat lima waktu dengan istiqamah dan taat serta tidak menderhaka kepada suaminya, maka Allah SWT mempersilakan masuk Syurga dari pintu mana yang ia suka.”

Mafhum sabda Rasulullah SAW diatas dapat disimpulkan bahawa sebahagian besar kaum hawa akan terdedah kepada kebinasaan disebabkan mencuaikan dirinya sebarang tanggungjawab agama, keluarga dan dalam masyarakat.

Bagi membentuk peribadi wanita soleh sangat perlu mengetahui segala larangan agama yang berkaitan dengan kaum hawa. jesteru itu, betapa bertuahnya wanita bahkan lelaki pun yang mampu menjauhi larangan Rasulullah SAW dalam kehidupan seharian sehingga dapat mengelakkan diri dari seksa neraka. Buku ini membantu anda mengelakkan seksa bagi mendapatkan pahala. Insyallah….

Sholawat Nur Muhammad dan Sholawat Diri

SHOLAWAT NUR MUHAMMAD DAN SHOLAWAT DIRI (صَلَوَاتْ نَفْسِ )

Rabu, 19 April 2017

Didalam sholat itu ada SHOLAWAT NUR Muhammad dan SHOLAWAT DIRI KITA, juga syahadat dan SHOLAWAT UTAMA..

Syahadat dan sholawat Ibrohim dari Allahumma sholli 'alaa s/d innaka hamidum majiid (itulah sholawat utama)

Saya pernah dulu diberitahukan kalau mau sakarotil maut tidak susah, mudah pulang ke rohmatulloh, segala pekerjaan menjadi mudah, di suruh baca sholawat Nur Muhammad dan sholawat diri 100x dalam sehari semalam.

Cara bacanya dijadikan satu :

اَلصَّلَاةُ وَ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَ رَحْمَةُ لٰلهِّ وَبَرَكَاتُهُ ٬ اَلسَّلَامُ عَلَيْنَا وَ عَلٰى عِبَادِ لٰلهِّ الصَّالِحِيْنَ. ۱۰۰ 

ASHSHOLAATU WASSALAAMU 'ALAIKA AYYUHAN NABIYYU WA ROHMATULLOOHI WA BAROKAATUH, ASSALAMU 'ALAINAA WA 'ALA 'IBADILLAAHISH SHOOLIHIIN : 100x. Rutin saja setiap hari semalam.

Kalau kita sudah baca itu 100x, sama saja kita sudah salam sama saudara kita semua kalau istilah jawanya sedulur 4 kalima pancer, suatu saat itu akan menemui kita.

Dibacanya jangan lebih dari 100x ya... Cukup 100x saja yang penting rutin, Waktunya bebas, yang penting sehari semalam mengisi. Waktunya Perputaran harinya dari 'ASHAR ketemu 'ASHAR.

Ijazah sholawat ini pertama kali saya dapatkan dari paman saya sendiri (ustadz M. Romli), ketika itu saya datang ke tempat nya. Singkat cerita, beliau berkata: Aku melihat sholawat di dalam hatimu, namanya sholawat NAFSI, aku baru sekarang tahu sholawat ini, silahkan kamu baca, sholawat ini yang cocok untukmu, sehingga kalau sholawat ini kamu baca satu kali lebih baik dan sempurna dari sholawat NARIYAH, begitulah yang aku lihat.

Kemudian saya dapatkan ijazah kedua dari Abah Raffi Cirebon tanpa tambahan اَلصَّلَاةُ di depannya, dan keterangan ijazah yang saya pakai di atas garis adalah dari Abah Raffi agar lebih mudah di fahami.

Kemudian juga saya dapatkan ijazah dari SANAD yang lain, dengan kisah di bawah ini:

MIMPI BERTEMU RASULULLAH SAW

Guru kita AlHabib Quraisy Baharun, Sudah di Ijazahi Shalawat dari beliau, Untuk siapa pun yang ingin.. Silahkan dibaca dan Amalkan. ( Untuk memudahkan rezeki dan menyampaikan Hajat ) Saya mendengar langsung cerita ini dari salah seorang santri senior Habib Quraisy, yangbersyukur telah menjadi santrinya, dia berkata : Tidak seperti biasanya disaat sholat subuh wajah habib begitu berseri bahagia, pagi itu saat saya menjadi orang pertama yang bersalaman dengan nya beliau pun langsung memberi hadiah uang Rp 500.000 kepada saya, agak bingung saya menerimanya, beliau berkata: Hadiah buat kamu karna saya hari ini dapat rizki, sambil tersenyum.

Saya pun penasaran dan dihari yang sama saya beranikan diri untuk bertanya mengapa hari itu beliau begitu lembut dan bahagia, beliau terlihat agak ragu untu berkata namun dengan mata berkaca kaca sekali terlihat wajahnya terharu yang pada akhirnya Beliau bercerita: Di hari minggu itu tanggal 13 Desember 2014 saya keluar dari rumah jam 07 pagi seperti biasa melaksanakan kewajiban sebagai pengasuh Pesantren lalu berangkat untuk berdakwah dibeberapa tempat dipelosok dan pegunungan Kabupaten Kuningan Jawa Barat dimana di daerah itulah saya ditunjuk Guru mulia Alhabib Umar bin Hafidz untuk menetap dua tahun terakhir ini, Sepanjang pagi siang dan malam saya berpindah dari satu tempat ke  tempat lainnya dan tanpa terasa saat kembali masuk rumah saya melihat jam sudah menunjukkan hamper 02.00 dini hari, ada rasa malu untuk untuk mengeluh lelah saat teringat bagaimana junjunganku Muhammad saw sangat prihatin penuh derita dalam berdakwah, maka saat itu saya hanyabisa berdoa: Ya Allah limpahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan balaslah kebaikan beliau kepada kami dengan sebaik” balasan yang pernah Engkau berikan kepada hambaMu. lalu sayapun bersiap untuk istirahat dan tidur mumpung masih ada sedikit waktu menjelang adzan subuh. Namun Subhanallah... Senin dini hari 14 Desember 2014 sekitar jam 03.00 saat tidur itulah saya bermimpi: Seakan saya sangat lelah karena sedang menanggung beban dan berbagai permasalahan berat yang nyaris saya tidak sanggup lagi memikulnya, saya coba mencari Hb Gasim Baharun (almarhum ayah saya) untuk curhat sekaligus minta doa pada beliau, saya pun bergegas mencarinya dan ternyata beliau sedang menghadir majlis yang dipimpin oleh Rasulullah saw. tampak wajah Nabi Muhammad Sangat indah rupawan bersinar bagaikan bulan purnama di malam yang amat cerah, dimajelis itupun juga hadir Guru Mulia alhabib Umar bin Hafidz, saya mendekati alm. Ayah saya sambil menunggu kesempatan yang tepat untuk membicarakan masalah saya, saat majelis selesai dan jamaah mulai lengang saya coba beranikan diri sambil berbisik menceritakan beban yang sedang saya alami selama ini, lalu beliau berkata dengan suara yang jelas hingga di dengar oleh Rasulullah saw juga oleh habib Umar:" ceritakan pada gurumu mumpung dia sekarang sedang dihadapanmu..., terkejut saya dengan suara alm. ayah dan dengan sebab suara itu pula Rasulullah beserta habib Umar menoleh ke arah saya, Subhanallah.. walhamdulillah, wajah lembut dan teduh Nabi saw ibarat lautan biru seorang pelindung hakiki, dan senyumannya yang tulusnya itu...ya Allah....ingin rasanya memeluknya dan menangis dipangkuan mulianya sambil menumpahkan Segala apa yg selama ini saya rasakan sangat menghimpit dada. Tiba2 beliau berkata: "katakanlah hai Quraisy, aku adalah Nabimu dan kakekmu....." tak kuasa air mata ini mengalir deras dihadapannya tanpa saya mampuberkata. masih tetap dengan pandangan dan senyuman yang terlihat teduh dari bibir dan wajah sucinya beliau berkata: hai quraisy, ucapkanlah " ASSHALATU WASSALAMU ALAYKA AYYUHAN NABIYU WA RAHMATULLAHI WA BARAKATUH" Saya pun dengan terbata dan diiringi derasnya cucuran air mata mengucapkan:. assholatu was salaamu alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullahi wabarakaatuh. Tiba” guru mulia alhabib Umar meminta izin kepada nabi untuk berbicara kepada saya dan nabipun mengangguk mengiakan, kata habib umar,: Quraisy..., Jika kamu atau Teman temanmu atau siapapun dari umat ini membaca "Assholatu was salaamu alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullahi wabarakaatuh" hingga 100 kali dalam sehari Maka mustahil Nabimu tidak memperhatikanmu, kata guru mulia dibarengi dengan anggukan kepala Nabi yang bersorban putih bersih berkali” tanda setuju. Ya Allaaah....... Saya kaget dan terbangun dari tidur dengan perasaan bahagia dan gembira, walaupun masih jelas terdengar isak tangis dengan deras linangan air mata yang terbawa dari mimpi. Alhamdulillah Ya Allah... Maha Agung Engkau dengan sifat Rahman dan RahimMu.... manusia sekotor saya Ternyata masih diperhatikan dan didatangi juga oleh Rasulullah Sang Nabi pembawa Rahmat walau hanya dalam mimpi...lanjutnya sambil terus menyeka air matanya. Tanpa terasa saya pun menangis, air mata deras mengalir dipipi saat saya dengan seksama mendengarkan tutur mimpi beliau alhabib Quraisy, guru yang sangat saya cintai. Dalam hati ini saya menjerit, ya Rabb...kapan saya bisa bermimpi Rasulullah saw seperti guru saya. Salam kepadamu Ya Rasulallah.. Salam kepadamu Ya Nabiyallah… Salam kepadamu Duhai kekasih Allah. Cerita Ini disampaikan oleh Ustadz Muhammad Pontianak Wallahu a'lam Allahumma sholli 'ala Sayyidina Muhammad wa'ala alihi washobihi wasalim.

Yang ingin mengamalkan silahkan tulis Qobiltu + Al fatihah buat saya dan ke 2 orang tua saya

○Ustadz M Romli
○Abah Raffi Cirebon
○Alhabib Quraisy Baharun
Sumber: 
http://caramembukailmu.blogspot.com/2017/04/sholawat-nur-muhammad-dan-sholawat-diri.html?m=1

TEHNIK KUNCI ILMU RUH PELONTAR SUKMA

TEHNIK KUNCI ILMU RUH PELONTAR SUKMA DALAM MERAGA SUKMA DENGAN SERAT RUH AZ – ZALZALAH AYAT 2

Kamis, 05 Januari 2017

Salam sejahtera para pembaca blog, semoga dalam keadaan sehat lahir dan batin saudara saudara ku semuanya. Kebetulan pada hari ini saya lagi ada waku sengang dari segala urusan. Ijinkanlah kami membuka ilmu pengetahuan tentang tehnik kunci ruh, yang dalam aplikasinya nanti akan berfungsi nilai lebih dikesadaran melihat alam batin tubuh dan sekeliling kita.

Akan berfungsi lebih untuk proses keluar sukma dengan lontaran ruh yang ada di badan kita. Sangat bagus pula untuk lebih mengenal kemampuan alami tubuh, tanpa mantra oke, pakai mantra tambah cepat mahir dalam sempurna menguasai ilmunya.

Kaji mengenal diri ini bisa dipraktekan oleh siapa saja tanpa memembedakan agamanya. Karena sebab inilah saya pribadi harus memiliki kunci penjadi khusus akan cara kerja sebuah ilmu supranatural, agar tidak hanya menungu buah jatuh dari pohonya, melainkan langsung kita yang bertindak, tentunya hanya membutuhkan waktu yang sedikit dari pada menungu, menungu oh menungu… sangat membosankan.

Banyaknya orang yang belajar sama saya dari berbagai macam agama yang sudah sah dihukum Indonesia dan juga agama yang mungkin masih asing ditelinga kita. Mau tidak mau dalam urusan supranatural ilmu ghoib harus memiliki kunci penjadinya.

Kunci penjadi yang umum dan bisa dipraktekan oleh siapa saja. ilmu ruh pelontar sukma ini bisa dilatih didalam kondisi apapun. Dengan mengunakan ketenangan, dan mendayagunakan kekuatan alami ruh yang ada dibadan kita. Tentunya kita pernah dalam keadaan tidur merasa ada sosok yang menyerang / menindihi kita.

Lalu dalam keadaan tersebut kenapa pandangan kita sangat jelas melihat sosoknya bahkan semua isi ruangan kamar juga bisa dilihat, dan nyata kontak langsung, apakah sebenarnya itu sosok syaiton…????

Iya benar itu adalah syaiton. Tapi pandangan syiton jangan hanya kita mengarah ke jin saja. Bukalah kembali surah an nas…!! Itu juga bisa jadi sosok syaiton di diri kita. Dari hasil daya cipta energi sehinga daya cipta memancarkan energi. Energi itu membentuk sosok yang kita ciptakan sendiri. Mari kita berdoa sebelum kita hendak akan tidur. Kalau kita berdoa sebelum tidur maka kejadian itu tidak akan terjadi.

Belajar dari kejadian alam terkembang menjadi guru itulah saya menemukan racikan brilian dari cara kerja ilmu supranatural. Tentunya aman dilakukan dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Boleh juga dibumbui mantra / ayat silahkan, tidak pun juga tidak apa apa. Bila saya seringnya mengunakan serat ruh Az - Zalzalah dalam meraga sukma. Terutama ayat ke 2. Karena menurut ghoib yang saya alami sangat bagus untuk membuka pandangan pendengaran alam. “ WAAKH RAJATIL ARDHU ASQOLAHA”,  ini ayat yang biasa saya gunakan. Saya masih menyimpan dua kunci penjadi dari aktifitas raga sukma. Saya akan bagikan kunci tehnik yang bisa diamalkan oleh siapa saja, dan semoga bisa dijadikan amalan dengan tujuan mempertebal keimanan. Dengan saudara mengamalkan ini maka saya mengharapkan agar sering mencobanya agar mendapatkan pelajaran yang berharga dari setiap melakukan latihan meraga sukma.

Mari saya bukakan tehnik kuncinya, semoga bisa menjawab pertanyaan yang sering saya terima dari kawan dan saudara yang masih belum mengetahui kunci ilmu raga sukma dengan cepat.

- Lakukanlah dalam keadaan berdiri, duduk sila, ataupun berbaring, posisi apa saja boleh dan saya menyarankan bagi yang baru mencoba, lakukan dengan berbaring saja

- Regangkan seluruh angota badan saudara, rilex saja, tidak usah tegang. Cukup kunci penjadinya saja nanti yang saudara perhatikan

- Lakukanlah tarik nafas panjang dalam dari mulut ke dada, dari hidung ke dada juga boleh. Lalu keluarkan nafas dengan santai panjang. Lakukan berulang ulang sekitar 5 menit

- Jika sudah mengerti tehnik diatas maka pegang kunci penjadinya yaitu ( perhatikan setiap suara nafas yang saudara lakukan )

- Bila sudah sangat jelas dan dominan konsentrasi dikuncinya maka silahkan tambah dengan surat Az - Zalzalah ayat ke dua dalam membaca secara batin. ‘ WA AKHROJATIL ARDHU ASQOOLAHAA‘
Allah SWT berfirman:

وَاَخْرَجَتِ الْاَرْضُ اَثْقَالَهَا 
wa akhrojatil-ardhu asqoolahaa

"dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,"
(QS. Az-Zalzalah 99: Ayat 2)

- Silahkan dicoba dan diselami dari setiap pelajaran yang bisa diambil dari kunci tersebut

Ilmu ruh pelontar sukma ini dalam busurnya mengunakan kekuatan ghoib ruh yang ada disetiap badan kita. Dia tidak mengunakan energi supranatural fisik, lebih mengunakan kekuatan ghoib yang ada dibadan kita, karena ini merupakan kunci kerja cara meraga sukma, dia hanya perlu dipelajari cara sempurna mengunakannya.

Tidak usah anda tambahi dengan tenaga dalam fisik tubuh, biarkan dia asli agar tidak mempersulit bagi yang nanti anda sudah mahir dan ingin mengajarkan kekawan anda lainya.

Beberapa fungsi alaminya serta ghoib supranaturalnya yang didapat dari mengunakan kunci ini cukup banyak sekali, antara lain :

- Mempertajam kekuatan sukma

- Tenaga dalam ruh ditubuh akan terpancar

- Menguatkan kemampuan bathin. Melihat, mendengar, dan merasakannya

- Memiliki kemampuan mengendalikan alam bawah sadarnya

- Kekuatan ghoib benar benar bermain disini, bukan kekuatan hasil ciptanya saja.

- Dapat meraga sukma dengan mudah

- Dengan mudahnya meraga sukma, maka sejuta ilmu pengetahuan bisa didapat

Silahkan dipraktekan semoga dapat bermanfaat dibawa untuk hal hal kebaikan saja. Kabul karena ALLAH

Sumber:http://caramembukailmu.blogspot.com/2017/01/tehnik-kunci-ilmu-ruh-pelontar-sukma.html?m=1#

13.12.18

Darwis (SUFI)

Darwis (sufi)

Ada satu golongan yang dikenali sebagai sufi. Empat tafsiran diberikan kepada istilah sufi. Ada yang melihatnya pada keadaan zahir mereka memakai baju bulu yang kasar. Bulu dalam bahasa Arab ialah suf. Dari perkataan ini mereka dipanggil sufi. Yang lain melihat kepada kehidupan mereka yang bebas daripada kekacauan dunia ini serta kedamaian dan ketenteraman mereka, keadaan yang sesuai dengan bahasa Arab safa. Daripada perkataan safa itu timbul istilah sufi. Yang lain pula memandang lebih mendalam, kepada hati mereka yang suci murni dan bebas daripada apa sahaja kecuali Zat Allah. Dalam bahasa Arab safi bererti kesucian hati dan dari perkataan itu dikatakan timbul istilah sufi. Yang lain memanggil mereka sufi kerana mereka hampir dengan Allah dan akan berdiri di barisan pertama di hadapan Allah pada hari kiamat. Safi dalam bahasa Arab bermakna barisan.

Terdapat empat alam, empat dunia:

Pertama ialah alam atau dunia jirim - tanah, air, api dan angin merupakan jirim dalam alam ini. 

Kedua ialah alam makhluk rohani - malaikat, jin, mimpi dan kematian, ganjaran Allah - delapan syurga dan keadilan Allah - tujuh neraka. 

Ketiga ialah alam huruf, nama-nama indah bagi sifat-sifat Allah, dan Loh Tersembunyi (Loh Mahfuz) yang menjadi sumber kepada perintah-perintah Allah. 

Keempat ialah alam Zat Allah Yang Maha Suci, alam yang tidak boleh digambarkan atau dihuraikan kerana pada alam ini atau tahap ini tidak ada perkataan, nama-nama, sifat-sifat atau persamaan. Tiada siapa kecuali Allah mengetahuinya.

Terdapat pula empat jenis ilmu:

 Pertama ilmu tentang peraturan-peraturan Allah, dan berhubung dengan aspek lahir kehidupan dunia ini. Kedua ialah ilmu kerohanian, pengetahuan batin tentang sebab dan akibat. Ketiga ialah ilmu tentang jiwa, roh, mengenal diri dan melaluinya pengetahuan tentang ketuhanan diperolehi. Akhirnya ilmu tentang kebenaran atau hakikat.

Roh juga ada empat jenis :

 Roh kebendaan, roh yang arif, roh yang memerintah (roh sultan) dan roh kudus (roh suci).

Yang zahir, kenyataan bagi Pencipta, juga ada empat jenis. Pertama ialah kenyataan di dalam rupa, bentuk, warna, seumpama gubahan-Nya. Kedua ialah kenyataan perbuatan dan tindak balas dalam perkara yang berlaku. Ketiga ialah kenyataan dalam sifat-sifat, bakat-bakat, perangai-perangai sesuatu. Akhirnya kenyataan bagi zat-Nya.

Akal atau daya menimbang juga ada empat jenis:

 Akal yang menguruskan soal-soal kehidupan duniawi, akal yang menimbang dan memikirkan soal-soal akhirat, akal bagi roh yang bertugas dalam bidang makrifat dan akhirnya akal yang meliputi.

Perkara yang dibincangkan juga ada empat jenis:

 Empat jenis ilmu, empat jenis roh, empat jenis penzahiran (kenyataan) dan empat jenis akal. Ada orang yang berada pada tahap pertama ilmu, roh, kenyataan dan akal. Mereka adalah penghuni syurga pertama yang dipanggil syurga yang menjadi tempat kembali yang mensejahterakan, iaitu syurga keduniaan. Mereka yang berada pada tahap kedua ilmu, roh, kenyataan dan akal tergolong ke dalam syurga yang lebih tinggi, taman kesukaan dan kesenangan kurniaan Allah kepada makhluk-Nya, syurga di dalam alam malaikat.. Sebahagian manusia yang mencapai tahap ketiga ilmu, roh, kenyataan dan akal (makrifat) berada di dalam syurga peringkat ketiga, syurga langit-langit, syurga nama-nama dan sifat-sifat Ilahi dalam alam keesaan.

Namun, mereka yang mencari dan terikat dengan ganjaran Allah, walaupun syurga, tidak dapat melihat hakikat sebenar dalam diri mereka dan dalam benda-benda di sekeliling mereka. Mereka yang arif, yang mencari hakikat, mereka yang mencapai suasana sebenar sufi, suasana keinginan menyeluruh - tidak inginkan sesuatu apa pun kecuali Allah, berhajat kepada Allah sahaja - meninggalkan segala-galanya dan tidak mencari apa-apa kecuali yang hak. Mereka temui apa yang mereka cari dan masuk ke dalam alam yang hak, dan kehampiran dengan Allah, dan hidup semata-mata kerana Zat Allah, tidak kerana yang lain.

Ini sesuai dengan perintah Allah, "Carilah keselamatan dengan Allah" dan ikut nasihat Nabi s.a.w, "Kedua-dua dunia dan akhirat terlarang bagi orang yang mencintai Allah". Nabi s.a.w tidak memaksudkan kedua-dua dunia dan akhirat dihukumkan haram. Apa yang baginda maksudkan ialah orang yang berkehendak menemui Allah menyekat keinginan hawa nafsunya, egonya, kasih sayang dan cita-citanya kepada dunia dan akhirat.

Pencari yang hak memberi alasan: Dunia ini adalah ciptaan dan kita juga ciptaan. Semua yang dicipta berhajat kepada Pencipta. Bagaimana mungkin yang berhajat meminta kepada yang berhajat juga. Apa lagi jalan bagi yang diciptakan kecuali mencari Pencipta.

Allah berfirman melalui Rasul-Nya, "Kecintaan-Ku, Wujud-Ku, adalah kecintaan mereka kepada-Ku".

Nabi s.a.w bersabda, "Keadaanku yang sangat berhajat, kemiskinanku, adalah kemegahanku". Keadaan yang sangat berhajat dan kecintaan kepada Allah menjadi asas kepada pencarian sufi. Keadaan kemiskinan yang menjadi kebanggaan Nabi s.a.w bukanlah kekurangan sesuatu berbentuk keduniaan atau kebendaan. Ia adalah pelepasan segala-galanya kecuali keinginan kepada Zat Allah. Ia adalah segala sesuatu- bukan sahaja yang di dalam dunia ini, malah yang dijanjikan di akhirat juga - dan lantaran itu suasana berhajat sepenuhnya untuk dipersembahkan kepada Allah.

Inilah keadaan yang membawa seseorang kepada kekosongan atau ketiadaan diri, lenyap di dalam zat Allah. Ia adalah mengosongkan diri seseorang daripada apa sahaja kecuali cinta Allah. Kemudian hati menjadi bernilai atau layak untuk menerima janji Allah, "Aku tidak dapat ditanggung oleh langit dan bumi tetapi layak ditanggung oleh hati hamba-hamba-Ku yang beriman".

Hamba yang beriman adalah yang melepaskan apa sahaja kecuali Yang Esa dari hatinya. Bila hati sudah disucikan, Allah melapangkannya dan memuatkan Diri-Nya ke dalamnya. Bayazid Bustami menggambarkan keluasan hatinya dengan katanya, "Jika segala yang maujud di dalam dan di sekeliling arasy, keluasan semua ciptaan Allah, diletakkan di penjuru hati manusia sempurna dia tidak akan merasai beratnya".

Begitulah keadaan kekasih Allah. Kasihilah mereka dan sentiasalah bersama mereka kerana yang mencintai akan bersama-sama yang dicintai pada hari akhirat nanti. Tanda kecintaan itu ialah mencari kehadiran bersama-sama mereka, berkehendak mendengar perkataan mereka, dan dengan pandangan serta perkataan mereka, dapat merasakan kerinduan terhadap Allah Yang Maha Tinggi.

Allah berfirman melalui Nabi-Nya, "Aku merasai kerinduan para hamba-Ku yang beriman, yang baik-baik, hamba yang sejati, terhadap Diri-Ku dan Aku juga merindui mereka".

Kekasih Allah kelihatan berbeza daripada orang lain, kelakuan dan tindakan mereka juga berbeza. Pada peringkat permulaan, ketika masih baharu, tindakan mereka kelihatan seimbang antara baik dengan buruk. Bila mereka maju lagi dan sampai kepada peringkat pertengahan, perbuatan mereka penuh dengan manfaat. Dalam semua hal kebaikan yang keluar melalui mereka bukan sahaja dalam ketaatan mereka mematuhi perintah Allah dan peraturan agama, tetapi juga dalam perbuatan yang mengandungi puncak kebahagiaan dan bersinar dengan cahaya kepada maksud bagi yang zahir.

Mereka seolah-olah dipakaikan dengan pakaian daripada cahaya yang berwarna warni yang memancar daripada mereka menurut makam mereka.

Apabila mereka dapat mengalahkan ego mereka dan kejahatan nafsu yang rendah dengan berkat kalimah tauhid "La ilaha illa Llah" dan sampai kepada kewujudan yang boleh membezakan antara yang hak dengan yang batil, yang benar dengan yang salah, cahaya biru langit memancar keluar daripada mereka.

Bila dalam peringkat tersebut, dengan pertolongan dan ilham dari Allah, mereka berpindah sepenuhnya ke dalam kebaikan dan meninggalkan kejahatan keseluruhannya, cahaya merah membungkus atau membaluti mereka.

Dengan berkata nama Allah - HU - nama itu tiada yang lain kecuali yang hak dapat menceritakannya, mereka sampai kepada peringkat dipersucikan daripada segala sifat-sifat keji dan perbuatan jahat dan menemui suasana tenang dan aman, kemudian cahaya hijau keluar daripada mereka.

Bila semua ego dan keinginan, bila semua kehendak diri sendiri dihapuskan melalui berkat HAQ, yang sebenarnya, dan bila mereka menyerahkan kehendak mereka kepada kehendak Allah dan reda dengan apa juga yang datang daripada-Nya, warna mereka berubah menjadi cahaya putih.

Inilah gambaran orang-orang sufi daripada peringkat permulaan mereka di dalam perjalanan sampailah kepada peringkat pertengahan. Tetapi seseorang yang sampai kepada perbatasan peringkat ini tidak mempunyai bentuk atau warna. Dia menjadi seolah-olah sinaran cahaya matahari. Cahaya matahari tidak berwarna. Sufi yang sampai kepada makam yang paling tinggi tidak mempunyai kewujudan untuk membalikkan cahaya atau warna. Jika ada, warnanya ialah hitam, yang menyerap semua warna. Inilah tanda keadaan fana

Orang ramai yang melihat kepadanya, keadaan yang tiada warna ini, kelihatan gelap, menjadi tabir menutupi cahaya makrifat yang dia miliki, seperti malam menutupi sinaran matahari. Allah berfirman:
"Dan Kami jadikan malam itu (sebagai) pakaian. Dan Kami jadikan siang itu tempat penghidupan". (Surah Nabaa, ayat 10 & 11).

Bagi mereka yang sampai kepada hakikat atau intipati akal dan ilmu, ada tanda dalam ayat di atas.

Mereka yang sampai kepada kebenaran (hakikat) ketika di dalam dunia ini merasakan seolah-olah di penjarakan di sini di dalam bilik kurungan di bawah tanah yang gelap. Mereka menghabiskan hayat mereka di dalam kesusahan dan kesengsaraan. Mereka menanggung kesusahan yang besar, tekanan-tekanan keadaan, di dalam dunia yang gelap sepenuhnya. Nabi s.a.w bersabda, "Dunia ini adalah penjara bagi orang beriman". Seperti yang baginda s.a.w khabarkan percubaan yang paling besar menimpa para nabi, kemudian yang hampir dengan Allah, kemudian dengan kadar menurun mengikut kadar seseorang itu  mahu menghampiri Allah. Jadi, adalah sesuai bagi sufi memakai pakaian hitam dan mengikat serban hitam di kepalanya, kerana ia adalah pakaian orang yang bersedia menempuh kesusahan dan kesakitan di dalam perjalanan ini.

Di dalam kenyataan, hitam adalah pakaian paling sesuai bagi mereka yang berkabung kerana kehilangan kemanusiaan dan kewujudan diri mereka. Ramai manusia yang kehilangan anugerah yang berharga kerana kecuaian, sesuai hanya untuk kemanusiaan, bagi mereka yang sedar, bagi yang boleh melihat kebenaran, enggan itu membunuh kehidupan abadi dengan tangan mereka sendiri. Membuang kasih Ilahi yang kerinduan di dalam hati mereka, memisahkan diri mereka enggan roh suci, mereka hilang kesempatan untuk kembali kepada asal mereka, kepada penyebab. Walaupun mereka tidak mengetahuinya, merekalah yang menderita bala yang paling besar. Jika mereka sedar yang mereka sudah kehilangan segala nikmat akhirat, kehidupan abadi, mereka tentunya memakai pakaian hitam, pakaian berkabung. Janda yang kematian suami berkabung selama empat bulan sepuluh hari. Ini adalah berkabung kerana kehilangan sesuatu di dalam dunia. Orang yang kehilangan kebaikan hidup yang abadi seharusnya berkabung secara abadi juga.

Nabi s.a.w bersabda, "Mereka yang ikhlas sentiasa berada di tepi bahaya besar". Betapa tepat gambaran ini mengenai orang yang terpaksa berjalan berjingkit-jingkit dengan penuh kewaspadaan! Tetapi inilah suasana sufi yang meninggalkan kewujudan dirinya dan berada di dalam alam fana. Kefakirannya terhadap dunia ini yang ditinggalkannya dan hajatnya yang penuh kepada Allah sangat besar, dan dia melepasi kemanusiaan sebagai keindahan yang bersangatan.

Mereka yang memperolehi penyaksian kepada yang hak, setelah menyaksikan keindahan kebenaran itu, tidak ingin melihat yang lain lagi. Mereka tidak boleh melihat kecintaan dan kerinduan kepada apa sahaja. Bagi mereka, Allah jualah yang menjadi yang dikasihi, hanya Dia yang wujud. Begitulah keadaan mereka di dalam kedua-dua alam. Itulah satu-satunya matlamat mereka. Akhirnya mereka menjadi insan, dan Allah ciptakan insan supaya mengenali-Nya, supaya mencapai Zat-Nya.

Menjadi kewajipan bagi setiap orang untuk mencari dan mengenali atau mengetahui tujuan dia diciptakan dan menghayati maksud tujuan tersebut, kewajipan yang mereka tanggung di dalam dunia ini dan di akhirat, supaya mereka tidak habiskan usia mereka di dalam kerugian, agar mereka tidak menyesal selama-lamanya di akhirat - dibungkus, lemas di dalam kerinduan yang akan mereka sedari akhirnya di dalam penyesalan yang abadi. 

ZIKIR


Zikir

Allah Yang Maha Tinggi menunjukkan jalan kepada para pencari supaya mengingati-Nya:
“Dan hendaklah kamu sebut Dia sebagaimana Dia pimpin kamu. (Surah Baqaraah, ayat 198).

Ini bermakna Pencipta kamu telah membawa kamu ke peringkat kesedaran dan keyakinan yang tertentu dan kamu hanya boleh mengingati-Nya menurut kadar keupayaan tersebut. Nabi s.a.w bersabda, “Ucapan zikir yang paling baik adalah yang aku dan sekalian nabi-nabi bawa, itulah kalimah “La ilaha illa Llah”.

Terdapat berbagai-bagai peringkat zikir dan masing-masing ada cara yang berlainan. Ada yang diucap dengan lidah secara kuat dan ada pula yang diucapkan secara senyap, dari lubuk hati. Pada peringkat permulaan seseorang perlu menyebutkan ucapan zikirnya dengan lidahnya secara berbunyi. Kemudian peringkat demi peringkat zikir mengalir ke dalam diri, turun kepada hati, naik kepada roh dan seterusnya pergi semakin jauh iaitu kepada bahagian rahsia-rahsia, pergi lagi kepada yang lebih jauh iaitu bahagian yang tersembunyi sehinggalah kepada yang paling tersembunyi daripada yang tersembunyi. Sejauh mana zikir masuk ke dalam, peringkat yang dicapainya, bergantung kepada sejauh mana Allah dengan kemurahan-Nya membimbing seseorang.

Zikir yang diucapkan dengan perkataan menjadi kenyataan bahawa hati tidak lupa kepada Allah. Zikir secara senyap di dalam hati adalah pergerakan perasaan. Zikir hati adalah dengan cara merasakan di dalam hati tentang kenyataan tentang keperkasaan dan keelokan Allah. Zikir adalah melalui pancaran cahaya suci yang dipancarkan oleh keperkasaan dan keelokan Allah.

Zikir pada tahap rahsia ialah melalui keghairahan (zauk) yang diterima daripada pemerhatian rahsia suci itu. Zikir pada bahagian tersembunyi membawa seseorang kepada:

“Di tempat duduk yang hak, di sisi Raja Agung yang sangat berkuasa”. (Surah Qamar, ayat 55).

Zikir peringkat terakhir yang dipanggil khafi al-khafi – yang paling tersembunyi daripada yang tersembunyi – membawa seseorang kepada suasana fana diri sendiri dan penyatuan dengana yang hak. Dalam kenyataannya tiada sesiapa kecuali Allah yang mengetahui keadaan orang yang telah masuk ke dalam alam yang mengandungi semua pengetahuan, kesudahan kepada semua dan segala perkara.
“Dia mengetahui rahsia dan yang lebih tersembunyi”. (Surah Ta Ha, ayat 7).

Bila seseorang telah melepasi tahap zikir-zikir tersebut suasana jiwa yang berlainan seolah-olah roh lain lahir dalam diri seseorang. Roh ini lebih tulen dan seni daripada roh-roh yang lain. Ia adalah bayi kepada hati, bayi kepada hakikat. Ketika dalam bentuk benih bayi ini mengajak dan menarik orang lain untuk mencari dan menemui yang hak. Setelah ia lahir bayi ini menggesa orang lain supaya mendapatkaan Zat Allah Yang Maha Tinggi. Roh baharu ini yang dinamakan bayi kepada hati dan juga benih serta keupayaannya tidak terdapat pada semua orang. Ia hanya terdapat pada orang mukmin yang tulen.
“Dia jualah yang tinggi darjat-Nya, yang memiliki arasy. Dia kirim roh dari perintah-Nya kepada sesiapa yang Dia kehendaki:. (Surah Mukmin, ayat 15).

Roh khusus ini dihantar daripada makam Yang Maha Perkasa dan diletakkan di dalam alam maya yang nyata di mana sifat-sifat Pencipta menyata pada penciptaan, tetapi roh ini adalah kepunyaan alam yang hak. Ia tidak berminat dan tidak memperdulikan apa sahaja melainkan Zat Allah. Nabi s.a.w bersabda, “Dunia ini tidak disukai dan tidak dihajati oleh orang yang inginkan akhirat. Akhirat pula tidak dihajati oleh orang yang inginkan dunia, dan ia tidak akan diberi kepada mereka. Tetapi bagi roh yang mencari Zat Allah dunia dan akhirat tidak menarik perhatiannya”. Roh untuk yang hak. Orang yang memilikinya akan mencari, menemui dan bersama Tuhannya.

Apa sahaja yang kamu buat di sini zahir kamu mestilah menurut jalan yang lurus. Ia hanya mungkin dengan mengikuti dan mematuhi serta memelihara peraturan dan hukum agama. Untuk berbuat demikian seseorang haruslah menyedari, mengingati Allah malam dan siang, zahir dan batin, berterusan. Bagi mereka yang menyaksikan yang hak mengingati Allah adalah wajib sebagaimana perintah-Nya:
“Maka hendaklah kamu ingat kepada Allah sambil berdiri dan sambil duduk dan sambil (berbaring) atas rusuk-rusuk kamu”. (Surah Nisaa’, ayat 103).

“Yang mengingati Allah sambil berdiri dan sambil duduk dan sambil berbaring dan memikirkan tentang kejadian langit-langit dan bumi (sambil berkata), ‘Wahai Tuhan kami, Engkau tidak jadikan (semua) ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau’”. (Surah Imraan, ayat 191).